

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kalangan istri-istri pejabat di Sragen diminta tak hanya jadi konco wingking atau pelengkap jabatan suami saja. Sebaliknya, mereka diharapkan lebih aktif dalam kegiatan positif yang mendukung program pemerintah.
Hal itu disampaikan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat memberi sambutan dalam HUT ke-20 Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sragen, di Gedung Kartini, Selasa (17/12/2019).
“Kayak Bu Sekda dan Bu Wakil Bupati ini, seminggu kegiatan GOW, seminggu lagi kegiatan IBI, seminggunya lagi pemilihan pengurus. Sepertinya nggak pernah di rumah, tapi Pak Sekda juga nggak pernah bersuara,” papar Bupati setengah berkelakar.
Orang nomor satu di jajaran Pemkab Sragen itu menekankan bahwa kehadiran DWP harus lebih proaktif mendukung kegiatan pemerintah.
Seperti menyosialisasikan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas), sosialisasi penurunan stunting, penurunan angka kematian ibu bayi dan sosialisasi soal gerakan memilah dan bebas sampah.
“Angka kematian ibu kita 6 orang di 2019, tahun 2018 kemarin ada 15 orang. Kita punya program sampah berhenti di desa. Makanya saya minta ibu-ibu dharma wanita harus usahakan ada pelatihan dari RT untuk memilah sampah organik dan an organik,” tukasnya.
Ketua DWP Kabupaten Sragen, Tyas Damai Tatag Prabawanto mengatakan HUT DWP tahun ini sudah diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan sosial maupun edukatif.
Salah satunya lomba pidato pencegahan stunting. Kemudian dari beberapa hal yang disampaikan bupati, menurutnya tiga hal utama yakni Germas, Stunting dan AKI, selama ini sudah banyak dilakukan oleh ibu-ibu DWP.
“Mereka dari unsur pengurus dan anggota sudah proaktif kami minta ikut menyosialisasikan ke lingkungan dan masyarakat agar lebih memahami Germas, AKI maupun stunting. Yang belum optinal soal pemilahan sampah. Selama ini sudah, cuma mungkin perlu digiatkan lagi karena kaitannya dengan sampah memang harus terjun langsung dan lebih gencar memberi kesadaran ke masyarakat,” tukasnya.

Di usia ke-20, Damai berharap DWP semakin maju dan profesional. Profesional dalam artian antara pengurus dan anggota saling bersinergi dalam kesatuan agar bisa berkontribusi demi kemajuan Sragen.
Kegiatan ditutup dengan pemotongan tumpeng. Selain itu, bupati juga nyanyi Pamer Bojo Cendol Dawet bersama para pejabat.
Juga ada yel yel menggelitik yang berbunyi Bersatu Bersama Sragen Maju. Wardoyo
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














