JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tragis, Kakek Sebatang Kara di Pelemgadung Sragen Ditemukan Tewas Gantung Diri. Diduga Depresi Sakitnya Tak Kunjung Sembuh 

Kapolsek Karangmalang, AKP Mujiono saat memimpin evakuasi jenasah korban yang gantung diri di Pelemgadung, Rabu (4/12/2019). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Kapolsek Karangmalang, AKP Mujiono saat memimpin evakuasi jenasah korban yang gantung diri di Pelemgadung, Rabu (4/12/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Warga Desa Pelemgadung, Karangmalang digegerkan dengan aksi bunuh diri yang dilakukan warga setempat, Rabu (4/12/2019) pagi. Korban diketahui bernama Tukimin Kromo Pawiro (74) warga Dukuh Pelemgadung RT 13/6, Desa Pelemgadung, Karangmalang.

Kakek sebatang kara itu nekat mengakhiri hidupnya dengan menggantung di pohon belakang rumahnya.

Korban yang diketahui mengidap penyakit stroke itu menggantung dengan tali yang ditambatkan ke pohon. Korban diketahui sekitar pukul 09.00 WIB.

Jasad korban kali pertama diketahui Sunardi (60) tetangga korban. Menurut keterangannya, pagi itu ia hendak menjenguk saudaranya dan melintas di dekat rumah korban.

Baca Juga :  Di Hadapan Pengurus 10 Perguruan Silat di Sragen, Danrem 074 Surakarta Ternyata Akui Bangga Melihat Pesilat. Ungkap Dirinya Juga Pernah Ikut Perguruan Silat Ini!

Saat melintas, pandangannya dikejutkan dengan sosok Mbah Tukimin yang sudah dalam posisi menggantung tak bergerak.

Ia pun langsung melaporkan ke RT setempat. Tak lama berselang, tim Polsek dan Puskesmas langsung tiba melakukan evakuasi dan olah TKP.

Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kapolsek Karangmalang AKP Mujiono membenarkan kejadian tersebut.

Menurutnya dari hasil pemeriksaan dan olah TKP, tidak ditemukan tanda kekerasan maupun penganiayaan di tubuh korban.

Baca Juga :  Bikin Pilu, Ini Daftar Identitas 3 Korban Tewas Kecelakaan Maut Truk di Plupuh Sragen. Yang Satu Masih Bocah, Yang Dua Ibu dan Anaknya

“Korban murni bunuh diri. Dugaan sementara korban mengalami depresi karena memiliki riwayat penyakit sesak dan stroke. Korban juga sudah pernah berobat ke rumah sakit tapi nggak sembuh terus pulang. Korban selama ini tinggal sendirian, nggak ada saudara. Selama ini yang ngopeni keponakannya yang tinggal di dekatnya,” terang AKP Mujiono.

Ia menambahkan seketika saat olah TKP, dirinya juga ikut terjun langsung mengangkat jenasah korban dari gantungan. Karena keluarga sudah menerima, jenasah korban akhirnya langsung diserahkan ke kerabat untuk dimakamkan. Wardoyo