JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Buntut Teror Rohis ke Siswi Tak Berjilbab, Kepsek dan Pembina Rohis SMAN 1 Gemolong Dipanggil KCD Provinsi. Semua SOP Kegiatan Keagamaan Diminta Dievaluasi!

KCD Disdikbud Wilayah Jateng VI, Eris Yunianto saat memberikan pengarahan dan pembinaan kepada Kepsek, Wakasek, Pembina Rohis SMAN 1 Gemolong, Jumat (10/1/2020). Foto/Wardoyo

IMG 20200110 WA0035
KCD Disdikbud Wilayah Jateng VI, Eris Yunianto saat memberikan pengarahan dan pembinaan kepada Kepsek, Wakasek, Pembina Rohis SMAN 1 Gemolong, Jumat (10/1/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah melalui Cabang Dinas Jateng VI, memanggil seluruh pejabat dan pembina rohani Islam (Rohis) di SMAN 1 Gemolong, Jumat (10/1/2020).

Para Kepala Sekolah (Kepsek), Wakasek, pembina Rohis dan guru agama dipanggil sebagai tindaklanjut kasus teror Rohis kepada salah satu siswi, Z yang tak berjilbab.

Kepala Cabang Dinas Wilayah Jateng VI, Eris Yunianto pun meminta agar dilakukan evaluasi menyeluruh terkait standar operasional prosedur (SOP) kegiatan keagamaan siswa di sekolah itu.

“Iya tadi kami memanggil semua unsur dari Kepsek, semua Wakasek, Pembina Rohis, guru PAI SMAN 1 Gemolong. Semua dalam konteks pembinaan internal. Intinya kami minta sekolah untuk mengevaluasi SOP kegiatan keagamaan dan pembinaan siswa. Dievaluasi semua. Termasuk di dalamnya dai yang dihadirkan dan sebagainya,” papar Eris seusai pertemuan di kantornya, di Karanganyar, Jumat (10/1/2020).

Baca Juga :  Optimis 80 % Suara Yuni Suroto, Agustina Sebut Musuh Terbesar Yang Harus Diwaspadai di Pilkada Sragen Adalah Ini!

Ia menguraikan pihak sekolah sudah diminta menyiapkan konstruksi SOP pembinaan dan kegiatan sebaik mungkin.

Orientasinya adalah bagaimana membangun ekosistem sekolah yang arahnya pada pendidikan karakter siswa yang pancasilasis, berjiwa NKRI dan bisa hargai perbedaan.

“Saya sudah minta besok harus sudah ada langkap. Tadi Pak Danramil juga sudah siap memberi pembinaan,” terangnya.

Eris menjelaskan penanganan masalah tersebut tidak bisa secara instan. Pasalnya masalah menyangkut keagamaan sangat sensitif sehingga penyelesaian pun harus hati-hati.

Ia menekankan yang terpenting adalah bagaimana sekolah tetap menjamin anak-anak bisa mengikuti pembelajaran dengan baik.

Kemudian meminimalisir dampak psikologis dan menumbuhkan kembali semangat siswa untuk belajar seperti sedia kala.

“Tadi sudah dijamin Pak Kepala Sekolah. Toh antara kedua belah pihak sudah dipertemukan dan saling memaafkan. Biarkan mereka berinteraksi,” terangnya.

Baca Juga :  Kisah Tragis Mbah Semi 15 Tahun Hilang Misterius Akhirnya Bisa Bertemu Kembali dengan Keluarganya. Lama Tak Punya Anak, Suaminya Berpaling Lalu Depresi Berat

Eris juga menyampaikan dari pihak Rohis memang sudah mengakui kesalahan. Ia memandang hal ini menjadi bagian dari pendewaasaan.

“Anak-anak SMA itu kan masih bertumbuh dan dalam proses mencari jati diri. Yang terpenting dan harus kita utamakan adalah bagaimana tidak mematahkan semangat dia untuk belajar. Semuanya dilindungi,” tandasnya.

Kepala SMAN 1 Gemolong, Suparno membenarkan sudah dipanggil dan berkoordinasi di kantor Cabang Dinas Wilayah Jateng VI hari ini tadi. Menurutnya, pihak sekolah siap melakukan evaluasi dan pembenahan terkait SOP kegiatan pembinaan keagamaan yang ada di sekolahnya.

“Sudah siap kami tindaklanjuti, kalau ada kesalahan nanti akan diperbaiki. Sekolah juga memastikan yang terpenting semua siswa bisa belajar dengan nyaman. Ini momentum semua pihak untuk melakukan pembenahan,” tukasnya. Wardoyo