JOGLOSEMARNEWS.COM Wisata Kuliner

Jadah Tempe Legend, Oleh-oleh yang Melegenda dan Ngangeni

Jadah tempe plus cabe rawit menjadi kombinasi yang maknyus / dwi hastuti
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Jadah Tempe merupakan penganan tradisional Jawa dengan cita rasa yang khas.

Penganan tradisional yang berasal dari Sleman, Provinsi DIY ini memang sudah terkenal ke seluruh penjuru negeri.

Namun bagi masyarakat Karanganyar, atau yang sedang melancong di Karanganyar, Jawa Tengah, tidak perlu jauh-jauh pergi ke Sleman untuk menikmati penganan ini.

Pasalnya, sekarang sudah ada rumah oleh-oleh Jadah Tempe Legend yang berada di Jalan Lawu, KM 30 Keprabon Karangpandan.

Tepatnya, lokasi tersebut berada sebelum pertigaan antara Ngargoyoso dan Tawangmangu, kurang lebih 500 meter ke arah timur dari terminal Karangpandan.

Lokasi lainnya, berada di Palur, yakni sekitar 100 meter di timur fly over. Kedua rumah oleh-oleh ini buka  dari pukul 09.00-17.00 WIB.

Satu Paket

Salah satu pegawai di rumah oleh-oleh Jadah Tempe Legend, Adit (60) mengatakan, jadah tempe merupakan satu paket, atau gabungan dua jenis makanan tradisional Jawa, yaitu jadah dan tempe.

Jadah terbuat dari ketan, diolah dengan campuran parutan kelapa yang dikukus kemudian ditumbuk hingga halus. Penambahan parutan kelapa menimbulkan cita rasa gurih di lidah saat menyantapnya. Sedangkan tempe diolah dengan cara dibacem.

“Jadah Tempe Legend ini dibuat dengan resep asli dari daerah Gunungkidul, tinggalan dari Mbah Bongso Suwito,” ujarnya kepada Joglosemarnews.

jadah tempe legend dikemas dengan daun pisang dan besek untuk mempertahankan sifat tradisionalnya / dwi hastuti

Jadah Tempe Legend dijual secara turun temurun, dan kini sudah dipegang oleh generasi ketiga atau cucunya.

Dulu, ujar Adit, Jadah Tempe Legend ini dijual di pasar. Tapi mulai tahun 2018 lalu, membuka outlet di Karangpandan dan kini sudah memiliki cabang di Palur.

Jadah Tempe Legend memiliki keistimewaan dibandingkan dengan jadah tempe lainya, yang terletak pada proses produksinya. Mulai dari jadah hingga tempe yang digunakan, semuanya diolah sendiri.

Niki napa-napa ndamel kiyambak, wiwit saking jadah ngantos tempe, sedaya ndamel kiyambak (Ini apa-apa bikin sendiri, mulai dari jadah sampai tempe, semuanya bikin sendiri,” ujar Adit.

Jadah tempe tersebut, menurut Adit, diolah dengan sentuhan tradisional. Menggunakan ketan lokal pilihan dan kelapa tua, sehingga cita rasanya tetap terjaga dari generasi ke generasi. Satu hal lagi, bahwa Jadah Tempe Legend tidak menggunakan bahan pengawet.

Jadah Tempe Legend disajikan dalam keadaan panas, agar rasa jadahnya lebih enak. Kemasannya pun bersifat tradisional, dilambari daun pisang, dan dikemas dalam besek bambu.

Jadah Legend ini memiliki tekstur pulen dan empuk dengan rasa  gurih, apalagi langsung lumer dimulut saat kita memakanya.

Perpaduan antara jadah yang pulen, empuk, dan gurih dengan manisnya tempe bacem menjadi kombinasi rasa yang nikmat saat disantap bersamaan.

Akan lebih nikmat lagi apabila ditemani cabe rawit. Kombinasi rasa gurih dan manis ditambah rasa pedas kian menambah nikmatnya rasa peganan ini.

“Biasanya jadah tempe seperti ini cocok menjadi teman ngeteh,” ujarnya.

Adit menjelaskan, jenis jadah yang dijual di Jadah Legend ini ada bermacam-macam. Ada jadah tempe, jadah tahu, jadah bakar, jadah blondo, jadah srundeng dan jadah abon.

Bagi pengunjung yang masih bingung mau membeli jadah yang mana, bebas icip-icip secara gratris. Adit mengatakan, jadah tempe produksi Jadah Tempe Legend itu mampu bertahan hingga dua hari tanpa dimasukkan ke dalam kulkas.

Jadah Tempe Legend ini dibanderol dengan harga mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 30.000 per beseknya.

Meski namanya Jadah Tempe Legend, namun toko ini tidak hanya menjual jadah tempe saja. Aneka macam oleh-oleh khas Karanganyar pun tersedia. Seperti teh Kemuning, keripik tempe, keripik jamur, kopi dan berbagai makanan industri rumahan lainya. dwi hastuti