JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

PDIP Disebut Rekom Yuni-Suroto, Sekjen Gerindra Sebut Siap Tampung Dedy. Dorong Parpol-Parpol Bangun Poros Baru!

Sriyanto Saputro. Foto/Wardoyo
Sriyanto Saputro. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Kabar bakal turunnya rekomendasi PDIP di Pilkada Sragen yang mengerucut ke duet Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Suroto (PKB), dinilai memberi peluang besar bagi terbentuknya poros baru menyongsong Pilkada Sragen 2020.

Sekretaris Jenderal DPW Partai Gerindra Jawa Tengah, Sriyanto Saputro menilai peluang untuk itu sangat terbuka lebar. Terlebih jika Wabup Sragen saat ini, Dedy Endriyatno sudah memutuskan siap maju jika tak lagi diduetkan dengan Yuni.

“Dari awal kami sampaikan kalau Mas Dedy maju kami pun siap berkomunikasi. Sangat terbuka peluang untuk segera berkoordinasi. Soal posisi pertama atau kedua itu soal lain. Yang jelas, kami pinginnya mendorong kader untuk maju agar ada rivalitas di Sragen dan tidak calon tunggal,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Selasa (18/2/2020).

Sriyanto menguraikan menurutnya munculnya rivalitas akan lebih baik ketimbang hanya calon tunggal. Sebab dengan muncul rival maka akan memberi rakyat pilihan siapa calon pemimpin yang akan dipilih.

Soal peluang Gerindra mengusung calon, ia menyebut saat ini partainya juga tengah mendorong kader-kader yang potensial untuk maju.

Baca Juga :  Viral, Beredar Video Mesum Sepasang ABG Bercumbu Sengak Sengok di Alun-alun Sragen. Netizen Sebut Angel Wis Angel Tenan..

Menurutnya saat ini opsi utama Gerindra adalah semangat menciptakan rivalitas untuk Pilkada Sragen. Hal itu tidak untuk balas dendam akan tetapi lebih untuk memberikan warna dan pilihan bagi rakyat.

“Syukur-syukur nanti ada (kader yang siap maju). Berbagai kemungkinan masih bisa terjadi. Bisa saja kami berkoalisi karena selama ini juga sudah komunikasi dengan PKS. Juga dengan partai-partai lain. Intinya Gerindra siap mengusung figur yang terbaik lah,” terangnya.

Karenanya, jika memang PDIP sudah meminang PKB, pihaknya mengajak dan mendorong partai-partai lain untuk bergabung membentuk poros baru.

Jika selama ini, komunikasi dan koordinasi dilakukan oleh sejumlah parpol di luar PDIP, PKB dan PKS, jika kemudian PKS tak digandeng PDIP, maka koalisi poros baru itu bisa ditambah PKS.

“Makanya kami mendorong ayo bentuk poros baru,” tukasnya.

Sementara, Ketua DPD Partai Keadilan Sosial (PKS) Sragen, Idris Burhanudin saat dihubungi wartawan, mengaku baru mendengar rekomendasi untuk bakal calon Wakil Bupati jatuh ke Suroto dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Baca Juga :  Ramai-ramai Pilkada Ditunda, Bupati Sragen Tegaskan Penundaan Tanpa Kepastian Bukan Solusi. Sebut Dampak Kondusivitas, Legalitas Pemerintahan Hingga Potensi Polemik Berkepanjangan Perlu Dipikirkan!

Jika memang Yuni bakal menggandeng Suroto, partainya juga akan mengambil langkah kordinasi dengan tim pemenangan.

”Kita bekerja mengawal pak Dedy mendaftar itu rekomendasi dari DPD dan DPW PKS, sekaligus kami akan berkordinasi dengan tim pemenangan daerah,” terangnya.

Idris menegaskan dengan enam kursi, PKS memang tidak memungkinkan mengusung pasangan sendiri. Oleh karena itu mau tidak mau harus berkoalisi dengan parpol lain.

Karenanya, pihaknya juga akan segera membuka keran komunikasi dengan Partai Politik (Parpol) lain terkait Pilkada 2020.

”Kita sudah ada komunikasi penjajakan dengan beberapa parpol,” ucapnya.

Ia mengaku sejauh ini sudah punya komunikasi yang bagus dengan semua parpol yang ada di Sragen. Baik dari PAN, Gerindra, Demokrat, Nasdem, dan Golkar. Hanya saja soal penentu rekomendasi, nantinya sepenuhnya berada di tangan Pusat.

”Rekomendasi saat ini seluruh partai dari pusat. Kita berusaha semaksimal mungkin bagaimana pak Dedy untuk terus maju. Kita upayakan maju di Pilkada Sragen,” terangnya. Wardoyo