JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kabar Baik, Peraih Nilai 100 Pada UN 2020 di Sragen Bakal Dijanjikan Reward

Dok Panitia

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen mengadakan Workshop Guru Mapel SMP yang di-UN-kan. Kegiatan ini dilaksanakan di tiga hotel, yaitu Hotel Sahid Jaya, Hotel Loji, dan Hotel Pose In Solo yang dibuka Selasa – Jumat, 4-7 Februari 2020.

Dalam sambutan pembukaan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen, Drs. Suwardi, MM, menyatakan bahwa tahun ini akan ada kejutan. Beliau menjanjikan bonus sebesar Rp70 juta bagi siswa kelas 9 SMP yang mampu meraih nilai 100 UN 2020. Mekanisme pemberian reward sedang diolah oleh tim.

Ditambahkannya, upaya ini bertujuan untuk mendapatkan kenangan manis karena UN tahun ini adalah Ujian Nasional terakhir. Seperti yang telah diketahui bersama, Mendikbud Nadiem Anwar Makarim telah menyatakan bahwa UN tidak akan dilanjutkan. Untuk mengukur kemampuan siswa di jenjang terakhir sedang digodok model penilaian akhir.

Raihan hasil UN SMP di Kabupaten Sragen memang belum begitu menggembirakan. Pada tahun 2019 lalu, Kabupaten Sragen menduduki peringkat 23 dari 35 kabupaten dan kota se-Jawa Tengah. Untuk tahun 2020 ditargetkan masuk 20 besar.

“Target ini memang tidak mudah, tapi tidak berarti tidak mungkin. Karena itulah, Pemerintah Kabupaten Sragen mengadakan kegiatan ini di tempat yang representatif. Anggaran peningkatan mutu pendidikan sebesar Rp 2,3 miliar harus berdampak positif bagi Sragen,” jelasnya, sebagaimana dikutip dalam rilis ke Joglosemarnews.

Kepala Bidang Pembinaan SMP, Prihantomo, M.Pd, melaporkan, kegiatan itu diikuti 368 peserta dari 4 mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA.

Selama empat hari, peserta diharapkan mampu menyusun soal berdasarkan kisi-kisi Ujian Nasional. Nantinya soal hasil workshop ini bisa digunakan untuk latihan uji coba untuk para siswa. Suhamdani

Baca Juga :  Ramai-ramai Pilkada Ditunda, Bupati Sragen Tegaskan Penundaan Tanpa Kepastian Bukan Solusi. Sebut Dampak Kondusivitas, Legalitas Pemerintahan Hingga Potensi Polemik Berkepanjangan Perlu Dipikirkan!