JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Survei: Prabowo Punya Kans Paling Besar di Pilpres 2024

Prabowo Subianto mengucapkan selamat kepada Anies Baswedan usai dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 di Istana Negara, Jakarta, 16 Oktober 2017 / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  – Survei yang dilakukan Indo Barometer memprediksi ada tiga kelompok besar tokoh yang berpotensi dicalonkan dalam Pilpres 2024.

Tiga kelompok tokoh tersebut adalah kelompok menteri, kepala daerah, dan tokoh yang berpeluang diusung partai.

Direktur eksekutif lembaga survei Indo Barometer, Muhammad Qodari menjelaskan, dari kelompok menteri, hasil sigi Indo Barometer menunjukkan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto paling berpotensi dengan angka 43,1 persen.

Di bawahnya ada Menkopolhukam Mahfud MD (6,9 persen) dan Menteri BUMN Erick Thohir (5,8 persen).

Selanjutnya di bawah angka 5 persen ada Mendagri Tito Karnavian, Mendikbud Nadiem Anwar Makarim, dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Dari kelompok kepala daerah, Anies Baswedan paling unggul dengan 31,7 persen, Ganjar Pranowo (11,8 persen), Tri Rismaharini (9,9 persen), Ridwan Kamil (8,2 persen), Khofifah Indar Parawansa (5,6 persen) dan Nurdin Abdullah (0,8 persen).

“Dari angka ini terlihat Anies Baswedan yang paling berpeluang maju di Pilpres 2024,” ujar Qodari.

Sementara dari tokoh yang berpeluang diusung partai, Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum Gerindra paling unggul dengan 37,3 persen, lalu Anies Baswedan dengan (20,2 persen), Puan Maharani (5,3 persen) dan Airlangga Hartarto ( 3,1 persen).

Indo Barometer kemudian melakukan simulasi menyandingkan ketiga kelompok tersebut jika berlaga di Pilpres 2024.

Hasilnya, capres yang paling berpotensi adalah Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. Lawan terberat untuk Prabowo Subianto adalah Anies Baswedan dengan angka 41,4 persen vs 23,3 persen atau selisih 18,1 persen.

“Jadi, kalau seandainya Prabowo dan Anies head to head, pemenangnya tetap Prabowo karena mereka memiliki segmen yang sama,” ujar Qodari.

www.tempo.co

Baca Juga :  Kasus Klinik Aborsi Ilegal di Jalan Percetakan Negara: Polisi Ungkap Calo Berperan Besar dan Dapat Untung Paling Banyak