Beranda Daerah Sragen Batal Dikarantina di Masjid, 31 Jemaah Tabligh Ijtima Ulama Sragen Yang Positif...

Batal Dikarantina di Masjid, 31 Jemaah Tabligh Ijtima Ulama Sragen Yang Positif Rapid Test Diputuskan Diisolasi di Gedung SMS. Status Mereka Menjadi OTG

Ilustrasi para peserta ijtima ulama di Gowa, Sulawesi Selatan. Foto/JSnews
Ilustrasi para peserta ijtima ulama di Gowa, Sulawesi Selatan. Foto/JSnews

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebanyak 31 warga peserta tabligh akbar ijtima Ulama asal Sragen yang diketahui positif rapid test covid-19, batal diisolasi di masjid.

Mereka akhirnya memilih manut kebijakan pemerintah untuk dikarantina di gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS) Sragen. Karena tidak ada gejala klinis, 31 jemaah itu kini menjadi orang tanpa gejala alias OTG.

Tiga puluh satu jemaah itu akan mulai dikarantina Senin (27/4/2020) sampai 14 hari ke depan. Pemkab menjamin kebutuhan logistik dan asupan mereka selama menjalani karantina mandiri.

“Kami sudah siapkan gedung SMS milik Pemkab Sragen untuk melakukan karantina bagi 31 orang yang sudah positif dalam rapid test. Mereka akan masuk mulai besok (Senin, 27/4/2020). Nanti hari Selasa (28/4/2020) kita akan laksanakan swab test,” papar Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat konferensi pers kepada waratawan, Minggu (26/4/2020).

Baca Juga :  Komisi I DPRD Sragen Sidak Kantor Pemda Lama Menindak Lanjuti Rencana Pembongkaran Gedung

Apabila hasil swab nantinya menunjukkan positif, maka mereka diharuskan tetap berada di SMS sampai dilakukan tes swab kedua.

Jika hasil tes swab kedua negatif, barulah mereka diperkenankan pulang untuk melanjutkan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari.

Bupati mengatakan treatment yang dilakukan untuk 31 jemaah itu, mereka akan diberikan makan sehari dua kali dan asupan gizi.

“Kita berikan juga tempat agar mereka bisa masak sendiri. Intinya supaya mereka bisa diawasi secara optimal makanya dijadikan satu di sini,” urainya.

Yuni menyampaikan saat ini 31 orang itu dalam keadaan baik dan tidak menunjukkan gejala alias menjadi orang tanpa gejala (OTG).

Apabila dalam masa karantina di SMS, mereka ada gejala dan membutuhkan perawatan lebih lanjut, maka akan langsung dikirim ke RSUD Sragen atau Gemolong.

Baca Juga :  AYAH BUNDA PEMBELAJAR: Mengasuh dengan Hati, Merangkai Jati Diri

Gedung SMS dipilih mengantikan alternatif awal lokasi karantina yang semula akan ditempatkan di masjid.

“Tidak jadi dikarantina ke masjid. Pertimbangannya setelah kami panggil secara musyawarah ternyata mereka lebih memilih manut pemerintah saja,” pungkasnya. Wardoyo

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.