JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Gegara Kebohongan Pasien Perempuan Positif Covid-19 Asal Grobogan Yang Keluyuran ke Sragen, 6 Dokter dan Perawat di Klinik Sukodono Harus Dites Rapid. Hasil Tesnya Mengejutkan!

Dr Hargiyanto. Foto/Wardoyo
Dr Hargiyanto. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Sebanyak enam petugas dan dokter di klinik swasta di Kecamatan Sukodono, Sragen, terpaksa harus menjalani rapid test. Mereka dirapid tes karena kedapatan sempat kontak dan menangani pasien positif covid-19 asal Grobogan yang sempat berbohong.

Keenam dokter dan petugas medis di klinik itu sudah dites dan hasilnya dinyatakan negatif covid-19. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, Hargiyanto, Senin (13/4/2020).

Ia mengatakan pihaknya sudah melakukan pendataan dan pelacakan di klinik tersebut. DKK kemudian melakukan rapid test kepada enam.orang yakni petugas medis yang sempat melakukan kontak dengan pasien positif yang baru pulang dari Hongkong dan memilih periksa di Klinik Sukodono tersebut.

“Hasil pemantauan ada enam orang yang melakukan kontak erat. Kita lakukan rapid test kepada keenamnya. Alhamdulillah, semuanya hasilnya negatif,” papar Hargiyanto.

Tracing atau pelacakan dilakukan lantaran pasien berusia 47 tahun asal Grobogan itu diketahui sempat keluyuran ke Sragen dan singgah di beberapa lokasi di Sragen.

Berdasarkan data yang dihimpun, pasien perempuan paruh baya itu tercatat pernah menghadiri hajatan di Kecamatan Tanon, Sragen, pada tanggal 14 Maret 2020.

Kemusian pasien itu juga sempat mendapatkan perawatan di salah satu klinik di wilayah Sragen, pada 22 Maret 2020, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Purwodadi dua hari kemudian.

“Kami bersama tim DKK Purwodadi sudah melakukan contact tracking sesuai riwayat perjalanan yang bersangkutan. Tracking ini diutamakan kepada warga yang pernah melakukan kontak erat pada pasien tersebut,” urai Hargiyanto, Senin (13/4/2020).

Terkait aktivitas pada tanggal 14 Maret 2020, seluruh rombongan hajatan yang datang bersama pasien positif tersebut, susah dipantau oleh DKK Purwodadi. Sementara DKK Sragen juga memantau warganya yang hadir dalam hajatan tersebut.

“Kejadiannya sudah lebih dari 14 hari, dan tidak ada warga yang mengeluhkan gejala mengarah Corona. Kami kemudian fokus ke klinik tempat pasien tersebut sempat dirawat pada tanggal 22 Maret,” kata Hargiyanto.

Kades Gabugan, Loso Sunarto menyampaikan bahwa memang benar ada warganya di Dukuh Gambaran RT 19 yang punya hajat dan rombongan pengantinnya asal Grobogan.

Seingatnya, hajatan pernikahan itu digelar sudah tanggal 14 Maret 2020 dan kala itu situasi masih relatif aman. Sudah ada imbauan mengurangi aktivitas berkumpul namun belum ada larangan menggelar hajatan.

Baca Juga :  Jadikan Hotel Ruang Karantina Mandiri Pasien OTG, Kemenparekraf Anggarkan Dana Rp100 M. Pasien akan Diisolasi 14 Hari di Hotel Bintang Tiga, Dapat Fasilitas Makan hingga Laundry

“Kemarin itu hajatannya tanggal 14 Maret. Waktu itu semua masih normal, ada anjuran tapi belum segencar sekarang. Maklumat dan larangan menggelar hajatan kan baru awal April. Saat itu, memang ada rombongan pengiring manten dari warga Madok, Geyer, Purwodadi, Grobogan dan salah satunya perempuan yang kabarnya dinyatakan positif itu,” papar Loso kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , usai penyemprotan desinfektan serentak di desanya, Minggu (12/4/2020).

Ia menguraikan dari laporan yang diterimanya, saat itu, perempuan yang baru pulang dari Hongkong itu hadir bersama pengiring manten berjumlah hampir 500 orang.

Saat ditanya apakah pemilik rumah dan siapa saja warga yang kontak dengan perempuan positif asal Grobogan itu, ia mengaku belum mendata secara rinci ada berapa.

Namun ia memastikan saat ini situasi warganya baik empunya hajat maupun warga sekitar yang hadir, sehat-sehat saja.

Sebab selama jeda waktu antara kedatangan perempuan itu hingga kini sudah lewat 14 hari, tak ada yang mengeluhkan gejala apapun.

Terlebih, saat hajatan digelar, kala itu sudah dilakukan imbauan tidak berjabat tangan sehingga dimungkinkan tidak ada kontak langsung dengan pasien perempuan itu.

“Kami juga terus menerus mengecek dan berkoordinasi dengan bidan desa. Sampai sekarang nggak ada warga di RT 19 itu yang ngeluhkan gejala batuk, pilek atau demam. Semua waras wiris Mas dan mudah-mudahan memang nggak ada yang gitu (kena),” terangnya.

Sejak kabar pasien berinisial S positif dan dilansir Pemkab Grobogan, Kades Loso mengaku langsung menyambangi kediaman yang punya hajatan dan warga sekitarnya.

Selain memastikan kondisinya, pihaknya juga menyampaikan arahan agar senantiasa mencuci tangan, pakai masker dan segera melapor jika ada keluhan kesehatan.

“Makanya hari ini tadi kami gerakkan semua Satgas Covid-19, perangkat desa, lembaga desa, LP2MD, Ketua RT untuk penyemprotan desinfektan lagi. Biar wilayah kami steril dari wabah corona. Dan Alhamdulillah sampai sekarang nggak ada ODP atau PDP di desa kami,” tandasnya.

Sebelumnya, Pemkab Sragen bakal melacak semua warga yang sempat kontak dengan seorang pasien positif corona asal Grobogan, berinisial S.

Pasalnya dari kronologi dan riwayatnya, pasien perempuan berusia paruh baya itu diketahui sempat terlacak keluyuran ke beberapa lokasi dan sampai ke luar negeri.

Tak hanya itu, warga yang terlacak sempat kontak dengan pasien positif iru nantinya juga harus melakukan tes rapid untuk mengetahui statusnya.

Baca Juga :  Bikin Miris, Berikut Daftar 19 Warga Sragen Positif Terpapar Covid-19 Hari Ini. Ada 6 Orang asal Mondokan dan 7 Orang dari Sidoharjo

Data yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , Sabtu (11/4/2020), dari riwayat kontak dan perjalanannya, pasien itu terlacak sempat njagong di Gabugan, Tanon pada 14 Maret 2020 dan periksa di salah satu dokter Sragen di perbatasan Sragen-Grobogan.

Kemudian, sempat rawat inap di sebuah klinik di perbatasan Sragen-Grobogan pada 22 Maret sebelum dirujuk ke RSUD Purwodadi dua hari kemudian.

Seperti diberitakan, seorang pasien positif corona atau covid-19 di Grobogan, bikin geger setelah terbongkar nekat membohongi petugas kesehatan yang merawatnya.

Celakanya sejak berstatus positif, ia ditangani 76 tim medis dan sempat keluyuran ke Sragen dan ke beberapa wilayah.

Saat ini, sebanyak 76 pekerja RSUD dr Soedjati Soemodiardjo, Purwodadi, Grobogan, dijadwalkan akan segera jalani rapid test.

Rupanya, pasien asal Desa Bangsri tersebut tidak jujur saat dimintai keterangan.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Direktur RSUD dr Soedjati Soemodiardjo Purwodadi, Titik Wahyuningsih.

Pasien tersebut  mengaku tidak pernah pergi ke luar negeri. Dia juga mengaku tak pernah berkunjung ke daerah yang statusnya zona merah Covid-19.

Dari keterangan inilah, pasien tersebut selanjutnya dirawat di salah satu kamar perawatan yang ada di bangsal Aster.

Selama dirawat, pasien berusia 47 tahun itu juga ditangani dokter spesialis penyakit dalam. Kemudian kondisinya juga diobservasi lebih lanjut oleh dokter spesialis paru.

Dari pemeriksaan dokter spesialis ini, kondisi pasien ada pneumonia.
Ternyata yang bersangkutan sempat ke luar negeri dan main ke Yogyakarta.

“Setelah ditanya lebih lanjut akhirnya pada 30 Maret, pasien baru mengaku kalau pulang dari luar negeri. Dia juga sempat main ke Jogja. Setelah menyampaikan keterangan itu, pasien kemudian dipindahkan ke ruang isolasi. Setelah sehat, pasien itu diperbolehkan pulang pada 2 April. Selanjutnya diminta isolasi mandiri di rumah,” ungkap Titik, Jumat (10/4/2020).

Pasien ini sempat diambil sampel lendirnya untuk diuji di laboratorium di Yogyakarta.

Ternyata hasil uji swab menyatakan kalau pasien itu positif Covid-19.

“Ada 76 orang yang sempat kontak langsung dengan pasien itu mulai tanggal 24 sampai 30 Maret. Mereka ini akan kita rapid test. Di antaranya petugas pendaftaran, IGD, dokter, perawat, hingga tenaga kebersihan,” ungkap Titik. Wardoyo