JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Internasional

Kejutan, 20 Staf Presiden Afganistan Diduga Terjangkit Virus Corona, Ini Pintu Masuknya

Pixabay

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM
Sebanyak 20 orang staf di Istana Kepresidenan Afganistan dinyatakan positif virus Corona setelah dilakukan tes.
Sumber pemerintahan setempat mengatakan, yang bersangkutan termasuk Presiden Ashraf Ghani diisolasi dan dibatasi kontaknya dari staf komunikasi digital.

Sebuah dokumen resmi yang dikirim ke Istana Kepresidenan di Kabul diduga telah menginfeksi staf, banyak dari mereka mulai merasa tidak sehat dan dites awal bulan ini, menurut seorang pejabat kesehatan senior.

“Dokumen yang terkontaminasi dikirim ke kantor di dalam istana dari departemen pemerintah yang lain dan yang terkait dengan cara karyawannya menentang,” kata pejabat yang tidak setuju dengan namanya, dikutip dari Reuters, 20 April 2020.

Baca Juga :  Studi Profesor di Universitas AS Klaim Ada Kemungkinan Wabah Demam Berdarah Hambat Penyebaran Covid-19

“Beberapa staf masih bekerja di kantor mereka ketika hasilnya keluar, dan kami harus mengkarantina mereka dan keluarga mereka, tetapi jumlahnya bisa lebih tinggi,” ujar pejabat tersebut.

Sediq Sediqqi, juru bicara Ashraf Ghani, mengatakan Komisi Layanan Sipil telah meminta pegawai pemerintah untuk tinggal di rumah sebelum tes dilakukan dan perintah tersebut telah diperpanjang selama tiga minggu.

Sebuah sumber pemerintah mengatakan bahwa Ghani, yang di masa lalu mengatakan dia menderita masalah kesehatan yang berkaitan dengan perutnya, telah membatasi kontak dengan staf, melakukan sebagian besar pertemuan melalui panggilan konferensi video, dan hanya bertemu segelintir orang di lingkaran dalamnya secara pribadi.

Baca Juga :  Media Asing Soroti Penanganan Covid-19 di Indonesia, Sebut Menkes Terawan sebagai Orang Paling Bertanggung Jawab atas Krisis Akibat Pandemi yang Dialami Indonesia

Afganistan, yang menghadapi krisis pangan dan obat-obatan ketika berjuang melawan Taliban berlanjut, telah mencatat 933 kasus positif virus corona pada hari Sabtu.

Tiga puluh orang telah meninggal karena virus tetapi pejabat kesehatan mengatakan jumlah kasus kemungkinan akan jauh lebih tinggi daripada yang dilaporkan karena pengujian terbatas.

Kementerian Kesehatan Afganistan memperingatkan jika tidak ada tindakan pencegahan virus Corona, Afganistan sedang menuju bencana dan jutaan orang akan terinfeksi.

www.tempo.co