JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Masih Nekat Mbandel, KTP 21 PKL di Sepanjang Jalan Lawu Karanganyar Langsung Disita Tim Satpol PP. Plt Kadinas: Yang Kita Butuhkan Sekarang Cegah Warga Keluar Rumah dan Potensi Kerumunan!

Petugas Satpol PP Karanganyar saat mengecek salah satu PKL yang nekat mangk meski sudah diperingatkan. Foto/Wardoyo
Petugas Satpol PP Karanganyar saat mengecek salah satu PKL yang nekat mangk meski sudah diperingatkan. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Meski seruan dan imbauan sudah diberikan, kesadaran para pedagang kaki lima (PKL) di Karanganyar untuk menaati anjuran berjualan di rumah, ternyata belum juga dilakukan.

Buktinya, Minggu (26/4/2020) sebanyak 21 PKL di beberapa titik Jalan Lawu, masih nekat berjualan hingga memicu kerumunan warga. Walhasil, mereka pun langsung ditertibkan dan KTP mereka disita oleh petugas.

“Terpaksa kita ambil tindakan tegas. KTP mereka kita sita, Senin besok boleh diambil di Mako. Mereka juga kita minta menghentikan berjualan lagi di jalan raya, demi keselamatan bersama,” papar Plt Kadinas Satpol PP Karanganyar, Yopi Eko Jati Wibowo, Minggu (26/4/2020).

Baca Juga :  Gawat, Pasien Meninggal Karena Corona Bertambah Lagi Menjadi 20, Saat ini Jumlah Kasus Terkonfirmasi Positif COVID-19 di Sukoharjo Meroket Mencapai 543

Duapuluh satu PKL yang disita KTP itu terdiri dari enam PKL di buk siwaluh sampai lampu merah Bejen.

Kemudian 10 PKL masih nekat mangkal di sepanjang Taman Pancasila ke selatan sampai Lalung. Serta 5 PKL terpergok juga mbandel dan nekat berjualan dari Papahan sampai Alun-alun dan Stadion 45.

Yopi menegaskan penyitaan KTP itu terpaksa dilakukan sebagai bentuk ketegasan sekaligus memberi penyadaran kepada para PKL.

Yopi eko jati wibowo. Foto/Wardoyo

Sebab kondisi wabah covid-19 saat ini tak cukup hanya ditangani lewat penyemprotan desinfektan atau menggunakan masker saja.

Baca Juga :  Ganasnya Penyebaran Covid-19 di RSUD Sragen. Dari Tukang Parkir, Sekuriti, Tenaga Kesehatan, Pendorong Pasien, Pendoa Jenazah Hingga Sopir Wadir Pun Bisa Terpapar

“Yang dibutuhkan saat ini adalah gerakan bersama menyadarkan warga agar stay at home, tinggal di rumah,” terangnya.

Yopi juga prihatin dengan pemandangan dmasih banyak yang wira-wiri, masih banyak PKL yang dikerumuni warga. Lantas masih banyak HIK dan warung-warung lesehan dengan warga yang ngobrol santai tanpa beban.

“Masih banyak yang menyelenggarakan sholat berjamaah di masjid. Padahal korban terus bertambah. Makanya sekali lagi kami memohon kesadaran masyarakat dan PKL, ini juga demi kepentingan dan keselamatan bersama.agar wabah covid-19 ini segera mereda,” tandasnya. Wardoyo