JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Puluhan Prajurit Kodim Sragen Silih Berganti Mulai Latihan Menembak Lagi di Tengah Puasa. Ada Apa Gerangan?

Latihan menembak prajurit Kodim Sragen. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Latihan menembak prajurit Kodim Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Lapangan tembak kurusetra Yonif 408/R tambak Selasa (28/4/2020) hilir mudik silih berganti pria berseragam loreng di lapangan tembak.

Suara tembakan kemudian berdentuman dari lokasi itu. Ternyata mereka adalah prajurit TNI dari Kodim 0725/Srg yang akan melaksanakan latihan menembak laras panjang maupun laras pendek.

Dalam kegiatan menembak melibatkan seluruh perwira Kodim Sragen, tim Denpal IV/4 Surakarta sebagai teknisi apabila ada kerusakan senjata.

Tim kesehatan dari Poskes Kartika 25 Sragen dan peserta menembak. Menembak akan dilaksanakan selama 3 hari yakni Selasa hari ini, Rabu dan kamis.

Adapun sikap dalam menembak laras panjang hanya satu yakni sikap tiarap dan sikap berdiri pada menembak pistol.

Baca Juga :  Kabar Baik, Tim KJRI Jeddah Berhasil Selamatkan Harta dan Perhiasan Milik Surani, TKW Asal Sragen Yang Disita Majikan. Total Ada 5.000 Riyal, Perhiasan, Baju dan ATM

Dalam apel, komandan latihan Kapten Inf Suhardi mengatakan meski puasa dan kegiatan rutin namun prajurit diminta tak menganggap latihan itu biasa.

Karena latihan ituberhubungan dengan amunisi tajam dan harus tetap mengutamakan faktor keamanan.

“Arahkan laras pada tempat yang aman, apabila terjadi macet atau kerusakan senjata kita ada tim Harpal (Pemeliharaan Peralatan) jadi jangan coba coba untuk diperbaiki sendiri, angkat tangan teriak ada gangguan,” tuturnya.

Senjata laras panjang yang digunakan adalah senjata standart Kodim M16A1 dengan 3 butir amunisi sebagai koreksi.

Kemudian 10 butir amunisi setiap prajurit sebagai penilaian jarak 100 meter. Sedangkan untuk laras pendek menggunakan pistol jenis FN46 dengan 3 butir munisi sebagai koreksi dan 10 penilaian jarak 25m sikap berdiri.

Baca Juga :  Terus Meluas, Puluhan Warga PSHT Ranting Jenar Juga Tolak Perobohan dan Pembongkaran Tugu Perguruan. Desak Aparat Kepolisian Usut Pelaku Perusakan Tugu!

Dandim 0725/Srg, Letkol Kav Luluk Setyanto berharap dengan latihan menembak, prajurit tidak kehilangan naluri tempur. Lalu tetap semangat berlatih meskipun bulan puasa dan dalam kondisi ditengah pandemi covid-19.

“Dalam melaksanakan menembak kami tetap mengedepankan protokoler covid. Yakni setiap regu yang melaksanakan menembak diberikan waktu 20 menit langsung kembali dilanjutkan dengan regu berikutnya. Masing masing regu terdiri dari 10 orang dengan tujuan tidak ada kerumunan, selain itu juga wajib menggunakan masker” tegas Dandim. Wardoyo