JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Wonogiri Kekurangan Rapid Test Unit. Punya Anggaran Tapi Pusat Belum Menyediakan

Bupati Wonogiri Joko Sutopo
Bupati Wonogiri Joko Sutopo

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM  — Terkait pandemi COVID-19, Wonogiri saat ini masih membutuhkan rapid test unit. Pasalnya unit yang dimiliki masih jauh dari cukup.

Bupati Joko Sutopo mengatakan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Wonogiri awalnya mendapatkan 260 rapid test unit dari pusat. Alat tersebut kemudian dipgunakan untuk melakukan tracing terhadap kontak erat enam pasien COVID-19 Wonogiri sebelumnya dan hasilnya semua negatif. Saat ini, rapid test yang dimiliki Wonogiri hanya tersisa 80 buah.

Baca Juga :  Awas, Tim Penindakan Terbentuk, Warga Karanganyar Tak Boleh Lagi Sepelekan Prokes. Nekat Gelar Acara Kerumunan, Bupati Sebut Bisa Dibubarkan Paksa!

“Kami sudah berulang-ulang minta ke pusat. Bahkan, kami mau pengadaan sendiri, soal dana siap. Tapi, persoalannya kita mau beli dimana,” terang Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Rabu (29/4/2020).

Menurut dia, pengadaan rapid test oleh pusat sangat dibatasi. Padahal saat ini keberadaannya diperlukan untuk memberikan proteksi khusus terhadap warga Wonogiri yang datang dari zona merah.

Bupati mengatakan, secara finansial Pemkab Wonogiri menyatakan sanggup untuk pengadaan  rapid test. Namun ada kendala, dalam pengadan alat itu, penyedia harus sesuai standar dan sudah memiliki ijin edar atau rekomendasi dari Kemenkes.

Baca Juga :  Ada Balap Lari di Wonogiri, Bupati Joko Sutopo Alias Jekek Tekankan yang Penting Patuh Protokol Kesehatan

“Kalau yang recomended, lantas kita belinya dimana? Akibatnya, jumlah kebutuhan dengan ketersiadaan tidak berimbang,” kata dia.

Bupati mendesak pusat untuk segera melakukan pengadaan rapid test. Pasalnya, jumlah pemudik di Wonogiri yang datang dari zona merah yang terdata baik melalui moda transportasi umum ataupun pribadi pekan lalu jumlahnya sudah sekitar 52 ribu orang. Aria