JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Cerita Menggelikan di Tengah Pandemi Corona. Motoran Sendiri Bupati Wonogiri Joko Sutopo Sempat Dicegat Warga yang Ronda Dinihari, Endingnya Diajak Ngopi Bareng

Bupati Wonogiri Joko Sutopo.
Bupati Joko Sutopo


WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pandemi Corona atau COVID-19, ternyata menyimpan sejumlah kisah dan cerita unik maupun menggelikan, ada pula yang membanggakan hingga memilukan. Misalnya kisah pasien yang sembuh atau petugas medis yang terusir dari kontrakan.

Kisah menggelikan juga ada di Wonogiri. Bahkan dialami langsung oleh Bupati Wonogiri Joko Sutopo. Pria yang lebih akrab disapa Jekek ini mengaku sempat dicegat warga yang tengah ronda.

Diduga Bupati yang kala itu mengendarai sepeda motor dan mengenakan masker dianggap orang luar daerah. Beruntung kisah itu muaranya happy ending.

“Saya sering keliling kampung naik motor sendiri. Kadang pakai Estrella (Kawasaki Estrella 250) atau NMax (Yamaha NMax 155),” ujar Bupati, Jumat (8/5/2020).

Baca Juga :  Siapa Sebenarnya Ketua DPRD Wonogiri Pengganti Setyo Sukarno? Kalau PDIP Usulkan Sriyono Sang Ketua Komisi IV

Nah, belum lama ini Jekek melintas di perbatasan Sukoharjo-Wonogiri tepatnya daerah Manjung. Jarum jam menunjukkan pukul 02.30 WIB. Saat masuk sebuah jalan kampung, dia dicegat warga yang tengah ronda malam lantaran memakai penutup wajah.

“Mereka mencegat saya karena tak mengenalinya, wong saya pakai masker. Saya ditanyai identitas dan tempat tujuannya. Saya lantas membuka helm dan masker lalu bilang kalau nama saya Jekek dan mau berkeliling. Setelah melihat saya warga malah kaget kemudian mengajak saya minum kopi bareng,” beber dia seraya tersenyum lebar.

Baca Juga :  Kabar Duka, Mubaligh Muda Habib M Asal Sragen Kota Positif Terpapar Covid-19. Awalnya Gejala Batuk, Memburuk Lalu Dirujuk ke RSUD Moewardi Solo, Sumber Penularannya Masih Misteri

Aktivitas keliling kampung itu untuk memantau kegiatan ronda. Hal itu dilakukannya sebagai studi kasus sebelum menerbitkan kebijakan terkait pengamanan wilayah. 

Selama berkeliling dia melihat sendiri  ronda membuat warga berkerumun tanpa menerapkan physical distancing. Ronda digelar hingga dini hari hingga pagi sampai berpotensi menurunkan imunitas.

“Akhirnya kami mengeluarkan edaran meniadakan ronda malam itu. Menurut hemat kami, lebih memilih menjaga keselamatan jiwa atau keselamatan harta. Jika keselamatan jiwa dipilih, ya mari bersama menerapkan protokol kesehatan yang berlaku,” tegas dia. Aria