JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Harga Daging Ayam Meroket Hingga Rp 40.000, Tapi Pedagang di Karanganyar Mengaku Omzet Turun Hingga 5 Kali Lipat. Kok Bisa?

Ilustrasi pedagang ayam. Foto/JSnews
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

3007 ayam1
Ilustrasi pedagang ayam. Foto/JSnews

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Meski Lebaran sudah lewat, harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional wilayah Kabupaten Karanganyar justru meroket. Harga daging ayam kini bertengger mencapai Rp 40.000 perkilogram.

Berdasarkan data dari Dinas Perdagangan Tenaga Kerja dan Koperasi (Disdagnakerkop) UKM Karanganyar, pantauan harga daging ayam boiler di lima pasar yakni Pasar Tawangmangu, Jatipuro, Jungke, dan Jambangan masih terbilang tinggi.

Harga daging ayam boiler berkisar Rp 36.000 hingga Rp 40.000 perkilogram. Menurut pedagang di Pasar Tawangmangu, Suyati (50) kenaikan harga daging ayam terjadi sejak H-1 lebaran.

Baca Juga :  Dihantam Covid-19, APBD Kabupaten Karanganyar Tahun 2021 Anjlok Rp 130 Miliar. Transfer Dana APBN Juga Turun Rp 133 Miliar

Biasanya ia menyetok daging ayam sekitar 5 kuintal setiap harinya. Namun karena ada kenaikan harga terpaksa, ia mengurangi jumlah stok dagangannya.

“Nyetok biasanya 5 kuintal, ini dikurangi satu kuintal. Sehari kadang habis, kadang tidak,” paparnya kemari .

Ia menuturkan sebelumnya harga daging ayam hanya Rp 25.000 per kilo. Justru mendekati Lebaran dan sesudahnya, harga sampai sekarang masih nangkring tinggi di angka Rp 40.000 per kilogram.

Dengan kenaikan harga daging ayam, pembeli terpaksa memilih mengurangi jumlah berlanjaannya. Dijelaskannya, apabila biasanya beli 1 kilogram, dikurangi menjadi setengah kilogram.

Baca Juga :  Makin Mengganas, Kasus Covid-19 Karanganyar Meroket Jadi 1.374 Hari Ini. Jumlah Warga Meninggal Sudah Capai 198 Orang

Menurutnya, lebaran di tengah wabah pandemi virus corona turut berdampak terhadap omzet penjualannya. Minta beli menurun apabila dibandingan dengan momen lebaran tahun lalu.

Penurunan omzet penjualan juga dirasakan pedagang lainnya, Endang (42). Dia menyampaikan, jika dibandingkan tahun lalu, omzet penjualannya menurun drastis.

Ia menuturkan Lebaran tahun lalu,  bisa mendapatkan penghasilan kotor mencapai sekitar Rp 20 juta per hari. Namun sekarang hanya sekitar Rp 3 juta sampai Rp 4 juta per hari.

“Turun lima kali lipatnya,” tandasnya. Wardoyo