Beranda Umum Nasional Luhut : 500 TKA dari Cina Akan Masuk Lagi ke Indonesia Sekitar...

Luhut : 500 TKA dari Cina Akan Masuk Lagi ke Indonesia Sekitar Juni, Tempati Industri di Konawe Sultra

Luhut Panjaitan / tempo.co

Luhut Panjaitan / tempo.co

JAKARTA (JOGLOSEMARNEWS.COM ) – Protes dari masyarakat termasuk dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap kedatangan tenaga kerja asing (TKA) dari Cina sepertinya tidak digubris oleh pemerintah secara utuh. Terbukti, pada Bulan Juni nanti dijadwalkan akan datang lagi Tenaga Kerja Asing (TKA) dari Cina yang masuk ke Indonesia.

            Menurut Menteri Koordinator Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan, ada 500 tenaga kerja asing asal Cina yang akan masuk Indonesia lagi tepatnya menuju kawasan industri di Konawe, Sulawesi Tenggara, sekitar Juni atau Juli mendatang.

“Saat ini perusahaan yang menaungi pekerja itu, PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS), sedang menyelesaikan proses perizinannya. Orang itu berencana minta, tapi itu nanti baru Juni atau Juli baru kejadian (masuk ke Indonesia), tapi sekarang mereka sudah minta izin. Kan perizinan itu enggak cukup sehari,” kata Luhut saat bincang khusus bersama Radio Republik Indonesia (RRI), Minggu (9/5/2020).

Dia mengungkapkan, kedua perusahaan tersebut tengah membangun pabrik HPAL (high perssure acid leaching) guna membangun industri baterai lithium, di mana nikel merupakan bahan baku produk tersebut. “Dia itu menyelesaikan HPAL untuk persiapan industri lithium baterai,” ucapnya.

Menurut Luhut, para TKA tersebut merupakan pekerja yang memiliki kemampuan dalam bidang tersebut, yang tak bisa digantikan orang lain. Dia mengatakan saat ini Indonesia belum memiliki teknologi guna membangun industri tersebut.

Baca Juga :  Duduk di Meja Konferensi Pers, Rocky Gerung Apresiasi  Pidato Megawati di Rakernas PDIP

“Kami kerjakanlah ini, nanti tenaga asing yang mengerjakan dan setelah itu bersamaan tenaga kerja Indonesia masuk, teknologi kan dari dia, kami enggak bisa dong ngerjain semua, tetap ada asing,” ujarnya.

Setelah proyek ini selesai, kata Luhut, para TKA Cina tersebut akan dikurangi dan digantikan dengan  pekerja dari dalam negeri hingga sekitar 92 persen dari total pekerja yang dibutuhkan.

Dia mengatakan, dengan adanya politeknik yang sudah dibangun, hal itu bisa meningkatkan kemampuan dari anak-anak bangsa, dan bisa memenuhi kebutuhan dari pekerja industri tersebut. ” Untuk bikin lapangan kerja perlu orang dulu bikin induknya, setelah itu kita yang kerjakan (operasikan) semua,” ucap dia.

            Luhut memperkirakan pada 2023, Indonesia akan memasuki rantai pasok global dalam baterai lithium. Namun demi mencapai tujuan tersebut, menurutnya, harus ada perantara, seperti pertukaran teknologi saat ini yang terjadi antara Indonesia dan Cina. “Enggak bisa Indonesia bikin sendiri. Teknologi Indonesia belum sampai. Jangan kita tambah lagi bahwa TKA ini mengontrol kita, enggak bener itu,” tutupnya.

            Adapun Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah memutuskan untuk menunda kedatangan 500 TKA Cina ke Indonesia dengan alasan keamanan. Mereka baru boleh masuk ke Indonesia usai wabah  pandemi virus corona atau COVID-19 reda.

Baca Juga :  Harga Naik di Akhir Tahun, Pemerintah Klaim Daya Beli Aman

            Penangguhan itu menindaklajuti usulan dari Gubernur Sulawesi Tenggara, Ketua DPRD Sulawesi Tenggara, dan masyarakat yang khawatir terhadap rencana kedatangaan tenaga kerja asing di tengah pandemi. “Kami akan menunda rencana kedatangan 500 TKA sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19. Selanjutnya kami akan terus berkoordinasi dengan Gubernur dan Ketua DPRD Provinsi terkait hal tersebut,” kata Kepala Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan R. Soes Hindharno.

Penundaan itu, kata dia, juga sejalan dengan instruksi Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah. Adapun upaya penangguhan itu telah dirembuk dengan dua perusahaan yang akan mendatangkan 500 TKA asal Cina, yakni PT Virtue Dragon Nickel Industry dan PT Obsidian Stainless Steel.(ASA)



www.tempo.co

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.