JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Nasib Miris Para Guru Honorer Karanganyar di Tengah Pandemi Corona. Honor Rp 250.000 Perbulan Saja Terhenti Karena Sekolah Libur, Berharap Pemerintah Sedikit Peduli

Penyerahan bantuan sembako untuk guru honorer dari Demokrat Karanganyar. Foto/Wardoyo

IMG 20200506 WA0030
Penyerahan bantuan sembako untuk guru honorer dari Demokrat Karanganyar. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Para guru honorer, terutama pada pendidikan anak usia dini (PAUD) serta Taman Kanak-kanak (TK) sangat berharap bantuan dari pemerintah kabupaten (Pemkab) Karanganyar.

Pasalnya sejak sekolah diliburkan gegara pandemi covid-19, mereka kehilangan pendapatan karena tak lagi menerima honor.

Curahan hati itu diungkapkan salah satunya oleh guru honorer  PAUD/TK berinisial S asal Karanganyar, usai menerima bingkisan dari Partai Demokrat setempat, Rabu (6/5/2020).

Ia menuturkan sejak sekolah diliburkan, sebagian dari mereka tidak lagi menerima honor.

Menurutnya, selama ini mereka menerima honor dari sekolah yang berasal dari orang tua siswa, denegan jumlah bervariasi, antara Rp 250.000 sampai Rp 300.000.

Baca Juga :  Sempat Ditutup, Perpustakaan Daerah Karanganyar Kembali Dibuka. Simak, Aturan Terbaru untuk Bisa Mengakses!

Namun, karena sekolah libur, praktis  sekolah tidak ada pemasukan dan ini berimbas kepada pembayaran tenaga pendidik.

“Sejak sekolah diliburkan akibat pandemi Covid-19, sebagian dari kami tidak menerima honor.  Untuk itu, kami sangat berharap ada bantuan dari pemerintah,” paparnya.

Menyikapi keluhan para pendidik tersebut, anggota DPRD Karanganyar dari Partai Demokrat, Supriyanto usai memberikan bingkisan, mengaku cukup bangga dengan perjuangan para guru ini.

Meskipun dengan penghasilan yang cukup minim, mereka terus berjuang memberikan pendidikan yang terbaik kepada anak didiknya.

“Saya cukup bangga dengan rekan-rekan guru PAUD dan TK ini. Dengan penghasilan yang minim, mereka tetap bekerja dan memberikan yang terbaik kepada anak didiknya. Apa yang kami berikan ini, diharapkan dapat sedikit meringankan beban para pejuang pendidikan ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Sebanyak 114 Pelayan Publik Karanganyar Disuntik Vaksin Covid-19, Termasuk Anggota DPRD dan   Wartawan

Terpisah, anggota Komisi D DPRD Karanganyar, Endang Muryani, menjelaskan,  persoalan guru, baik dengan kategori K 2, maupun non kategori, masih menjadi persoalan yang harus segera dituntaskan.

Untuk para guru dengan status honor di sejumlah PAUD dan TK, Endang mendesak Pemkab Karanganyar.

“Rekan guru ini kan hanya memperoleh penghasilan yang tidak seberapa dari masing-masing sekolah. Kami minta Pemkab agar memberikan perhatian kepada mereka, dengan memeberikan tambahan penghasilan,” tandasnya. Wardoyo