JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Semangat Ibadah Berjamaah, Warga Sobayan Karanganyar Rela Kenakan Masker Demi Salat Jamaah di Masjid. Antar Shaf Juga Dipisahkan Sekat Plastik

Para jamaah di Masjid Daarul Waasillah Sobayan, Brujul, Jaten, Karanganyar menunaikan salat duhur berjamaah dengan penyekat plastik untuk membatasi antar shaf sebagai penerapan protokol kesehatan.. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Para jamaah di Masjid Daarul Wasillah Sobayan, Brujul, Jaten, Karanganyar menunaikan salat duhur berjamaah dengan penyekat plastik untuk membatasi antar shaf sebagai penerapan protokol kesehatan.. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Situasi pandemi covid-19 yang mulai menurun di Karanganyar, membuat warga mulai menerapkan protokol kesehatan saat beribadah.

Salah satunya di Masjid Daarul Wasillah Dusun Sobayan Desa Brujul Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar. Di masjid ini, sudah menggelar salat berjamaah dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Walhasil, ada pemandangan berbeda yang tak seperti biasanya saat salat berjamaah digelar di masjid itu. Salah satunya terlihat Sabtu (30/5/2020) siang.

Siang itu warga sekitar bersiap menunaikan salat zuhur berjamaah. Mereka tampak tertib mengenakan masker.

Di dalam masjid, para jamaah juga dibatasi dengan sekat plastik yang dipasang membentang secara vertikal. Plastik pembatas itu dipasang sebagai penyekat antar shaf jamaah.

Dari keterangan takmir masjid, sekat plastik itu dipasang dalam menyambut new normal atau normal baru saat pelaksanaan salat berjamaah.

Baca Juga :  Istilah "New Normal" Disebut Gagal Dipahami Masyarakat, Jubir Pemerintah Usul Diganti "Kebiasaan Baru"

Sekat plastik sebagai pembatas shof tersebut sudah mulai diterapkan sejak puasa hari ke-25.

Takmir Masjid, Hery Fauzan Sukarno kepada wartawan menyampaikan, awalnya para takmir, tokoh masyarakat dan perangkat desa berembug bagaimana dapat menunaikan salat berjamaah tanpa mengurangi syarat sah salat.

Namun dengan tetap menerapkan protokol covid-19 seperti anjuran pemerintah.

“Kami mengadopsi dari kasir apotik atau mall, dimana menggunakan sekat plastik. Kita berembug bersama. Bagaimana kita mengadakan salat jamaah secara biasa, barisan rapat maka kita menggenakan sekat-sekat plastik,” paparnya usai salat.

Hery menguraikan selain menggunakan sekat plastik sebagai pembatas jarak shaf, pihak takmir juga menyemprotkan cairan desinfektan sebelum dan sesudah melaksanakan salat berjamaah.

Baca Juga :  Terhantam Pandemi Covid-19,  Mata Trans Kehilangan Omset Rp 19 Miliar. Masih Bisa Bagikan CSR untuk Masyarakat

Fasilitas cuci tangan berupa sabun juga disediakan untuk jamaah sebelum masuk ke masjid. Para jamaah juga diminta mengenakan masker dan membawa sajadah sendiri saat hendak mengikuti salat berjamaah.

Kadus Sobayan Desa Brujul, Ali Raosyid mengapresiasi langkah yang dilakukan takmir masjid sebagai bentuk persiapan memasuki normal baru dalam pelaksanaan salat berjamaah.

“Dalam menjaga jarak tidak harus renggang. Ini plastik juga sudah ada jarak antar jamaah. Karena syarat sah salat kan juga merapatkan shaf,” ujarnya.

Dia berharap penggunaan sekat plastik sebagai pembatas jarak antar jamaah juga dapat diterapkan di beberapa masjdi wilayah Dusun Sobayan maupun wilayah Desa Brujul atau se-Kecamatan Jaten. Wardoyo