Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Kabar Buruk, 1.217 Calon Jemaah Haji Sragen Dipastikan Batal Berangkat Tahun Ini. Paspor dan Berkas Akan Dikembalikan, Sisa Uang Setoran Sudah Bisa Diambil!

Warga saat mengecek daftar kuota keberangkatan calhaj yang dipasang di papan pengumuman Kemenag Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Sebanyak 1.217 calon jemaah haji (calhaj) Kabupaten Sragen yang dijadwalkan berangkat musim haji tahun ini dipastikan harus menunda keberangkatan.

Kepastian itu menyusul kebijakan Kementerian Agama RI yang memutuskan meniadakan haji tahun ini imbas dari pemerintah Arab Saudi memang belum memberikan pintu terbuka untuk penyelenggaraan haji dampak Pandemi Covid-19.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sragen, Hanif Hanani mengungkapkan menurut rencana, jumlah calon jemaah haji Sragen yang akan berangkat tahun ini tercatat sebanyak 1.271 orang.

Namun, karena pemerintah RI sudah memutuskan meniadakan ibadah haji tahun ini, otomatis mereka tidak bisa berangkat ke tanah suci.

“Otomatis nanti kuota yang harusnya berangkat tahun ini, ditunda dan akan diberanhkatkan tahun depan,” papar Hanif kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (8/6/2020).

Karena dipastikan tertunda, bagi Calhaj yang memiliki sisa setoran dan akan diambil, Kemenag sudah menyiapkan.

Namun pengambilan itu yang sudah pelunasan dan ada sisa setoran. Sedangkan yang belum, tidak bisa menarik.

“Kalau yang masih setoran, kalau mau diambil maka hilangnya hanya dia naik haji. Yang ada sisa setoran, bisa diambil, uang sudah kita siapkan kalau memang mau diambil,” terangnya.

Staf bagian Haji dan Umroh Kantor Kemenag Sragen, Fandi Adia Tama menyampaikan pemerintah pusat memang telah mengambil kebijakan menunda semua keberangkatan haji tahun ini.

Untuk Sragen, calon jamaah haji yang seharusnya berangkat ini tahun ini rencananya akan diberangkatkan di dua tahap. Sebanyak 1.131 jamaah di tahap satu dan 78 di tahap dua.

Bahkan sebanyak 34 orang yang dicadangkan untuk pemberangkatan haji telah siap dan telah melunasi pembayaran.

Seluruh jamaah yang batal berangkat haji tahun ini secara otomatis akan diberangkatkan tahun depan, sementara kloter haji 2021 akan berangkat 2022 begitu seterusnya.

“Insyaallah secara otomatis akan berangkat tahun depan, yang kloter 2021 juga akan mundur satu tahun begitu seterusnya. Dampaknya ya memang menjadi antrian panjang lagi,” katanya.

Jamaah haji yang seharusnya berangkat tahun ini ialah mereka yang telah mendaftarkan diri sejak delapan tahun lalu atau lebih tepatnya 2011 akhir dan awal 2012.

Fandi menyampaikan secara resmi memang belum menyampaikan ke calhaj. Pihaknya baru menyiapkan draf yang direncanakan akan segera diedarkan.

“Kalau mau menyampaikan sebenarnya bisa tapi kita tetap menunggu surat dari provinsi terutama terkait pemberitahuan pembatalan. Kita juga sudah ada dasarnya terkait dengan pemberitahuan bilamana dana kalau mau ditarik juga sudah kita siapkan mekanismenya,” terang Fandi.

Berkas penting jamaah seperti paspor akan dikembalikan ke masing-masing jamaah. Pihaknya telah menyiapkan perangkat berikut berita acaranya. Wardoyo

Exit mobile version