JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Kasus Pembacokan Wakapolres, Peradi Surakarta Dukung Upaya Kelanjutan Penyidikan. Ketua Peradi: Pembuktian Polisi Bisa Hindarkan Gugatan Keluarga!

Wakapolres Karanganyar, Kompol Busroni seusai mendapat serangan dari orang tak dikenal. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Wakapolres Karanganyar, Kompol Busroni seusai mendapat serangan dari orang tak dikenal. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus pembacokan Wakapolres Karanganyar oleh orang tak dikenal yang kemudian meninggal ditembak polisi, dinilai perlu dilanjutkan proses penyidikannya.

Ketua Peradi Surakarta, Badrus Zaman mengatakan upaya melanjutkan penyidikan perlu dilakukan untuk membuktikan pada publik bahwa peristiwa itu benar terjadi seperti adanya.

Meskipun diakui dalam konstruksi hukum positif di Indonesia dalam hal ini KUHP dijelaskan bahwa jika dalam satu kasus dan tersangka meninggal dunia, maka kasus dinyatakan berhenti alias tidak bisa disidangkan.

“Dalam hal kasus pembacokan Wakpolres itu menurut kami upaya polisi sudah tepat dan benar serta prosedural dengan tetap akan membuktikan kasus tersebut,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (24/6/2020).

Baca Juga :  Keluar Balai Desa, Ratusan Warga Jatiwarno Karanganyar Sumringah Bawa Paket Bantuan Sembako

Badrus memandang kelanjutan penyudikan juga merupakan bentuk pertanggungjawaban polisi pada masyarakat.

Kemudian kepada keluarga pelaku bahwa kasus ini benar adanya dan bukan rekayasa.

“Ini tindakan terhormat yang dilakukan polisi sebab jika sudah terbukti sekalipun pelaku bersalah tapi tidak bisa disidangkan karena pelaku meninggal dunia alias selesai kasusnya,” terangnya.

Dengan begitu, ia melihat masyarakat akan lega dan sekaligus sebagai benteng jika polisi hendak dituntut oleh pihak keluarga jika polisi tidak bisa membuktikan bahwa pelaku adalah tersangka dan insiden itu benar adanya.

“Secara hukum keluarga pelaku bisa saja menggugat, jika polisi tidak bisa membuktikan, maka benar bahwa penyidikan tetap dilanjutkan oleh Polres Karanganyar,” tuturnya.

Baca Juga :  Bupati Karanganyar Sebut Universitas Terbuka Makin Keren, Kontekstual dan Strategis. "Ke Depan Semua Perguruan Tinggi Akan Meniru UT"!

Kapolres Karanganyar AKBP Leganek Mawardi kepada wartawan, Rabu (24/6/2020) mengatakan sebagai bentuk keseriusan, hingga hari ini pihaknya terus menyisir di TKP dan sekitarnya guna mencari alat bukti lainnya.

Termasuk tidak menutup kemungkinan-mencari kemungkinan adanya jaringan atau petunjuk bahwa pelaku tidak sendirian dalam beraksi.

Guna kepentingan itu, Kapolres mengaku terus berkoordinasi dengan Densus 88 yang mana bisa ditemukan hasil penyelidikan terbaru.

“Yang jelas pergerakan kami adalah merampungkan penyidikan sebagai bentuk pertanggung jawaban polisi bahwa pelaku adalah benar-benar melakukan aksi itu,” tegasnya. Beni Indra/Wardoyo