JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Jarang Terekspos, Ini Sosok Suroto Cawabup Pendamping Yuni di Pilkada Sragen 2020. Sederhana, Punya Beberapa Usaha, Sempat Kaget Tiba-Tiba Direkom Jadi Cawabup

Suroto. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Suroto. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Roda kehidupan memang tak pernah bisa terkira. Begitu pula yang mungkin dirasakan Suroto.

Namanya belakangan menjadi perbincangan setelah sosoknya banyak terpampang di baliho mendampingi calon bupati dari petahana, Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Ya, siapa sangka, pria kelahiran Gemolong 64 tahun silam itu bakal ketiban berkah digandeng untuk menjadi pendamping petahana di kontestasi pemilihan pemimpin tertinggi di Kabupaten Sragen.

Sosoknya yang sederhana dan jarang unjuk muka di publik, membuat kemunculan Suroto yang kini duduk sebagai anggota DPRD Sragen dengan jabatan Ketua Fraksi PKB itu memang sempat mengejutkan ketika dipasangkan dengan petahana.

Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Suroto menuturkan jauh sebelum terjun ke dunia politisi, dirinya pernah menjadi Lurah (saat ini Kades) Ngembatpadas, Gemolong, selama 10 tahun pada era Bupati R Bawono.

“Saya jadi lurah bareng sama Pak Bawono jadi bupati. Satu periode 10 tahun. Istilahnya mangkat bareng mulih bareng,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM kemarin.

Baca Juga :  Dandim Sragen Segera Diganti. Tim Verifikasi dari Korem Sambangi Makodim Lakukan Pengecekan Akhir

Selepas menanggalkan jabatan lurah, ia kemudian menekuni usaha mebel dan konveksi kecil-kecilan di wilayah Kalijambe dan kediamannya di Mijahan, Ngembatpadas, Gemolong, Sragen.

Meski tak besar, usaha itu mampu mempekerjakan banyak tetangga sekitarnya. Suroto memiliki istri bernama Hj Supami dan dikaruniai empat orang putra.

Seiring berjalannya waktu, naluri politisnya kembali tergugah ketika ia tertarik maju di Pileg 2014. Berbekal sisa kejayaan dan basis massa semasa mengemban jabatan lurah, ia sukses melenggang meraih kursi DPRD dari PKB lewat Dapil Plupuh, Gemolong, Kalijambe dengan meraih suara tertinggi di antara semua caleg PKB dapil itu.

Yuni-Suroto. Foto/Istimewa

Kemenangannya berlanjut di Pileg 2019. Ia kembali mengukuhkan kursi di periode kedua juga dengan predikat sebagai jawara dari PKB dapil yang sama.

Setahun menjabat sebagai Ketua Fraksi, kini Suroto menatap asa baru setelah digandeng Bupati Yuni untuk menjadi Cawabup di Pilkada Sragen yang akan digelar 9 Desember mendatang.

Baca Juga :  Kaget Golkar Berbalik Haluan, Sekretaris Gerindra Jateng Akhirnya Angkat Bicara Soal Rekomendasi Gerindra di Pilkada Sragen. Begini Penjelasannya!

Saat ditanya rasanya ditunjuk jadi Cawabup, Suroto mengaku sama sekali tak menyangka. Sebab sejak awal, ia sama sekali tak pernah berfikir apalagi bermimpi bakal maju di kontestasi politik sekelas Pilkada.

“Waktu rekomendasi diumumkan Bu Mega itu, rasanya kaget. Wong saya sebenarnya benar-benar nggak pernah berfikir itu (maju Pilkada). Tapi sebagai orang partai, saya harus tegak lurus ketika partai sudah menunjuk saya. Karena saya tahu, yang daftar ke PDIP itu banyak sekali. Saya ditunjuk dari PKB,” tuturnya.

Meski di luar ekspektasinya, Suroto mengaku amanah yang disematkan untuk menjadi pendamping Yuni, akan dijalankannya dengan siap.

“Prinsipnya siap tapi sesuai dengan kemampuan saya. Insya Allah sebagai wakil, kami siap memback-up bupati dan mengamankan kebijakan-kebijakan beliau demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Sragen,” tukasnya. Wardoyo