JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Prihatin Banyak Siswa Kesulitan Belajar Online, Gusdurian Buka Donasi HP

Siswa Sekolah Dasar (SDN) di Kabupaten Lebak, belajar di rumah guru setelah pembelajaran sistem daring secara online tidak efektif / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM

Siswa Sekolah Dasar (SDN) di Kabupaten Lebak, belajar di rumah guru setelah pembelajaran sistem daring secara online tidak efektif / tempo.co

Tidak semua siswa dapat mengikuti pembelajaran jarak jauh secara online selama masa pandemi virus Corona ini.

Atas dasar keprihatinan tersebut, jaringan Gusdurian akan menggalang kegiatan donasi sumbangan handphone sepanjang pemberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

HP yang diterima akan mereka sumbangkan bagi anak-anak yang tak memiliki gawai sebagai sarana pembelajaran virtual.

“Kita akan lakukan hingga sekolah daring selesai,” kata A’ak Abdullah Al-Kudus, Ketua Umum GUSDURian Peduli, saat dihubungi Tempo, Senin (27/7/2020).

A’ak mengatakan program baru berjalan di Jawa Timur, yakni di Surabaya dan Malang. Ia mengatakan saat ini, untuk Surabaya saja, baru ada 15 HP yang disumbangkan dari 6 orang donatur dan 10 diantaranya sudah dibagikan ke anak-anak penerima.

Baca Juga :  Erick Thohir: RI Bakal Dapat 30 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Akhir Tahun 2020

Ia mengatakan minat masyarakat untuk menyumbang masih belum besar. Meski begitu, ia menilai, tetap ada yang antusias. Bahkan ada donatur yang menyumbangkan HP baru, padahal yang diminta awalnya adalah bekas.

A’ak menuturkan rencananya mereka akan memasifkan gerakan ini tak hanya sebatas di Jawa Timur namun hingga ke tingkat nasional.

“Antusias membantu memang belum kuat. Mungkin karena kita belum campaign. Dalam 2 hari kita akan bikin campaign di kitabisa.com,” kata A’ak.

Pegiat Jaringan Gusdurian, Suraji, sebelumnya menjelaskan gerakan donasi gawai tersebut dilatarbelakangi keprihatinan akan banyaknya siswa yang kesulitan mengakses pembelajaran daring. Sebab mereka tidak memiliki telepon seluler.

Baca Juga :  Kabar Baik, Kini Penumpang Pesawat Tak Perlu SIKM Lagi

Selain donasi gawai, Jaringan Gusdurian juga ada yang meminjamkan gawai kepada siswa yang membutuhkan.

Suraji berharap pemerintah daerah menyediakan layanan pembelajaran jarak jauh di setiap desa. Sehingga siswa dapat mengakses pembelajaran daring selama pandemi Covid-19, terutama yang berada di pedalaman.

Sejumlah daerah yang berada di zona kuning, oranye dan merah masih menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh pada tahun ajaran 2020-2021.

Namun, pelaksanaan PJJ tersebut mengalami kendala, di antaranya ketersediaan internet, gawai, hingga kecakapan guru dalam menyelenggarakan pembelajaran daring.

www.tempo.co