JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Update Corona Wonogiri, Total Kasus Terkonfirmasi Positif COVID-19 Menjadi 20. Terbaru Ada Ustaz dan Satpam Sesama Warga Kecamatan Jatisrono

Bupati Wonogiri Joko Sutopo. JSNews. Aris Arianto
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Bupati Wonogiri Joko Sutopo. JSNews. Aris Arianto

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Kasus positif terkonfirmasi positif COVID-19 di Wonogiri kini menjadi 20 buah. Menyusul adanya tambahan dua kasus baru di wilayah ujung tenggara Jateng itu.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo menegaskan, berdasarkan hasil tracing, keduanya terpapar transmisi perjalanan klaster Surabaya dan Demak. Dua warga yang menyumbang kasus baru itu sama-sama berasal dari Kecamatan Jatisrono.

“Yang satu klaster perjalanan dari Surabaya dan berprofesi satpam, satu lagi dari perjalanan Demak dan berprofesi ustaz dan mengasuh pondok pesantren,” ungkap Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Senin (6/7/2020).

Pria yang akrab disapa Jekek ini berujar, pasien pertama adalah W (19). Yang bersangkutan adalah seorang satpam yang bekerja di Surabaya. W tanggal 25 Juni menjalani rapid test di Surabaya, dan hasilnya reaktif. Kemudian malah diminta pulang, tanggal 3 Juli diambil sampel swabnya dan kemarin dinyatakan positif.

Baca Juga :  Berikut Identitas Lengkap 4 Warga Sragen Yang Positif Terpapar Covid-19 Hari Ini. Satu Orang Masih Bocah, Dua dari Sumberlawang!

Dengan terkonfirmasinya W positif Corona, hingga saat ini ada tiga warga Wonogiri yang terkonfirmasi Corona yang memiliki riwayat perjalanan dari Jatim. Pertama adalah warga asal Kecamatan Selogiri dan satu lagi adalah warga asal Kecamatan Eromoko yang meninggal belum lama ini.

“Semestinya ketika sudah dinyatakan reaktif, protokol COVID-19 dijalankan. Kalau memang reaktif kan bisa diminta karantina mandiri atau isolasi, kan begitu, tidak diminta untuk pulang,” tandas dia.

W saat ini menjalani isolasi mandiri di rumahnya. Kondisinya pun dinilai sangat baik untuk menjalani isolasi mandiri atau karantina khusus. Bahkan, keluarga sudah dirapid test juga. Hal ini dilakukan, agar kontaknya dengan siapa saja dapat terdeteksi. Sehingga mudah, untuk memutus mata rantai penularan virus.

Baca Juga :  Update COVID-19, Jumlah Kasus Terkonfirmasi Positif Corona di Wonogiri Bertambah Menjadi 121

Kemudian Z (50), merupakan tokoh agama atau pengasuh sebuah pondok pesantren di kecamatan tersebut.
Z memiliki riwayat perjalanan dari Demak seminggu belakangan. Pada Minggu (5/7) malam, hasil swabnya menunjukkan bahwa Z positif COVID-19. Saat ini, berada di RSUD Dokter Soediran Mangun Sumarso Wonogiri.

“Aktivitas beliau di bidang keagamaan sebagai ustaz mobilitasnya agak tinggi, beliau pengelola pondok. Mr Z punya penyakit bawaan, pembengkakan paru-paru. Kita masih melakukan penelusuran siapa saja yang melakukan kontak dengan Z saat ini masih berlangsung. Santri-santrinya pun saat ini telah di rapid tes, tracing masih terus berjalan,” terang dia.

Dengan bertambahnya dua pasien positif Corona ini, secara kumulatif ada 20 kasus Warga Wonogiri yang positif. Rinciannya, empat orang masih dirawat, 13 lainnya sembuh dan tiga orang meninggal dunia. Aria