JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Dahsyatnya Pesona Telaga Madirda Karanganyar. Tak Sampai 50 Hari Dibuka Mampu Hasilkan Rp 200 Juta. Terus Berbenah Menuju Obyek Wisata Nasional

Pemandangan yang indah di kawasan Telaga Madirda / dewi nopitaningrum
Pemandangan yang indah di kawasan Telaga Madirda / dewi nopitaningrum

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Keindahan obyek wisata Telaga Madirda yang terletak di puncak bukit Ngargoyoso, Karanganyar benar-benar memikat banyak wisatawan.

Betapa tidak, begitu wabah Covid terjadi obyek wisata ini mangkrak merana, namun sejak Covid melonggar dan mulai dibuka lagi beroperasi per 26 Juni langsung diserbu ribuan pengunjung dari berbagai penjuru.

Tak pelak, omzet pendapatan yang dipungut dari tiket masuk Rp 10.000 per orang itu bisa menghasilkan Rp 200 juta. Pun saat ini obyek wisata Telaga Madirda terus berbenah lakukan pengembangan obyek wisata dengan ditambah ikon-ikon baru.

Kades Berjo, Ngargoyoso, Karanganyar, Suyatno mengatakan dilihat dari grafik pengunjung setiap mingguan selalu alami lonjakan signifikan sehingga pihaknya optimis pertumbuhan omzet akan melambung jauh.

“Kami optimis dilihat dari trend nya luar biasa tingkat pengunjung sehingga target kami omzet per tahun Rp 1,2 miliar justru akan melebihi hingga kisaran Rp 1,5 miliar per tahun,” paparnya, Sabtu (08/08/2020).

Suyatno menguraikan bahwa pengelolaan Telaga Madirda dilakukan secara mandiri melalui Badan Usaha Milik Desa BUMDes Desa Berjo.

Di mana berlaku azas multi manfaat dari warga oleh warga dan untuk warga. Meski begitu pengelolaan dilakukan secara profesional dengan melibatkan konsultan wisata dari luar daerah bertugas lakukan pengembangan secara masif terukur.

“Ibaratnya kami bersama BUMDes dan warga Desa Berjo sedang berlari kencang mengejar impian dahsyat menyulap Telaga Madirda untuk Go Publik dari semula tidak dianggap menjadi ikon wisata nasional,” ungkapnya.

Baca Juga :  Hasil Swab Berubah-Ubah, Keluarga Pak RT Buran Karanganyar Yang Positif Covid-19 Diminta Isolasi Mandiri Dulu. Hikmah Positifnya, Kades Sebut Warga Makin Waspada dan Perketat Protokol Kesehatan!

Adapun untuk menuju impian tersebut semua kompak bekerja. Kali ini ada tiga pengembangan yakni penambahan lahan parkir dengan cara memotong bukit, memperlebar akses jalan masuk ke Telaga Madirda.

Selain itu untuk pengembangan di dalam sedang dibuat rumah makan serta persiapan untuk didatangkan water boom.

“Kami yakin dengan kecantikan keperawanan keindahan luar biasa pemandangan alam Telaga Madirda mampu Go Publik menjadi ikon wisata nasional,” serunya. Beni

Dahsyatnya Pesona Telaga Madirda Karanganyar. Tak Sampai 50 Hari Dibuka Mampu Hasilkan Rp 200 Juta. Terus Berbenah Menuju Obyek Wisata Nasional

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Keindahan obyek wisata Telaga Madirda yang terletak di puncak bukit Ngargoyoso, Karanganyar benar-benar memikat banyak wisatawan.

Betapa tidak, begitu wabah Covid terjadi obyek wisata ini mangkrak merana, namun sejak Covid melonggar dan mulai dibuka lagi beroperasi per 26 Juni langsung diserbu ribuan pengunjung dari berbagai penjuru.

Tak pelak, omzet pendapatan yang dipungut dari tiket masuk Rp 10.000 per orang itu bisa menghasilkan Rp 200 juta. Pun saat ini obyek wisata Telaga Madirda terus berbenah lakukan pengembangan obyek wisata dengan ditambah ikon-ikon baru.

Kades Berjo, Ngargoyoso, Karanganyar, Suyatno mengatakan dilihat dari grafik pengunjung setiap mingguan selalu alami lonjakan signifikan sehingga pihaknya optimis pertumbuhan omzet akan melambung jauh.

Baca Juga :  Selamat, 120 Kelompok Usaha di Karanganyar Dapat Gelontoran Bantuan Rp 20 Jutaan. Kadinas Pesan Jangan Disalahgunakan!

“Kami optimis dilihat dari trend nya luar biasa tingkat pengunjung sehingga target kami omzet per tahun Rp 1,2 miliar justru akan melebihi hingga kisaran Rp 1,5 miliar per tahun,” paparnya, Sabtu (08/08/2020).

Suyatno menguraikan bahwa pengelolaan Telaga Madirda dilakukan secara mandiri melalui Badan Usaha Milik Desa BUMDes Desa Berjo.

Di mana berlaku azas multi manfaat dari warga oleh warga dan untuk warga. Meski begitu pengelolaan dilakukan secara profesional dengan melibatkan konsultan wisata dari luar daerah bertugas lakukan pengembangan secara masif terukur.

“Ibaratnya kami bersama BUMDes dan warga Desa Berjo sedang berlari kencang mengejar impian dahsyat menyulap Telaga Madirda untuk Go Publik dari semula tidak dianggap menjadi ikon wisata nasional,” ungkapnya.

Adapun untuk menuju impian tersebut semua kompak bekerja. Kali ini ada tiga pengembangan yakni penambahan lahan parkir dengan cara memotong bukit, memperlebar akses jalan masuk ke Telaga Madirda.

Selain itu untuk pengembangan di dalam sedang dibuat rumah makan serta persiapan untuk didatangkan water boom.

“Kami yakin dengan kecantikan keperawanan keindahan luar biasa pemandangan alam Telaga Madirda mampu Go Publik menjadi ikon wisata nasional,” serunya. Beni Indra

Indra