JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Disidak DPRD, Konsep Food Court Terpadu Karanganyar Mendadak Dirombak Total Bak Sulapan. Lihat Bangunan Kasir Lantai 2 Tapi Terbuka, Dewan Bingung Ini Bagaimana Bayarnya!

Tim Komisi B DPRD Karanganyar saat sidak di bangunan food court terpadu, Selasa (25/8/2020). Foto/Beni Indra
Tim Komisi B DPRD Karanganyar saat sidak di bangunan food court terpadu, Selasa (25/8/2020). Foto/Beni Indra

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Polemik pembangunan food court di lahan kosong komplek perkantoran Cangakan-Karanganyar berakhir antiklimaks.

Pasalnya saat digelar inspeksi mendadak (sidak) DPRD, mendadak set atau konsep bangunan food court tiba-tiba berubah bak sulapan.

Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi & UKM Disdagnakerkop mendadak merubah konsep pembangunan dari perencanaan semula.

Kadinas Disdagnakerkop Martadi sebulan lalu sempat menjelaskan bahwa konsep food court menggunakan bahan bekas kontainer yang ditata sedemikian rupa menjadi bangunan warung ala kafe era sekarang.

Kemudian set kontainer itu pun sudah jadi di lahan tersebut, sedianya sesuai konsep bangunan dibuat seperti itu.

Namun pemandangan berbeda tiba-tiba terlihat saat disidak oleh Komisi B DPRD Karanganyar Selasa (25/8/2020).

Konsep bangunan food court yang ada ternyata berubah. Konstruksinya mendadak akan dibuat dari tenda karena lebih ringan dan bisa dibongkar pasang.

Sedangkan bangunan food court dari kontainer yang sudah ada tersebut oleh Disdagnakerkop dikatakan hanya sebagai tempat untuk pembayaran alias kasir terpadu.

Baca Juga :  Pandemi Covid, Realisasi Penerimaan Pajak Hotel dan Restoran di Karanganyar Menurun Drastis Jauh dari Target

Akan tetapi bangunan kasir itu ternyata sudah berbentuk warung dan dibangun dua lantai.

Sidak tadi dipimpin Ketua Komisi B DPRD Karanganyar, AW Mulyadi bersama seluruh anggota komisi serta dihadiri Kadinas Disdagnakerkop Karanganyar Martadi beserta staf.

“Kami juga bingung karena Kadinas saya tanya set paten dasar bangunan food court seperti apa, tapi jawabannya tidak memuaskan. Katanya set bangunan dibuat dari kontainer tapi ini berubah menjadi set tenda,” tandas AW Mulyadi di sela sidak.

Bahkan AW juga sempat bingung melihat bangunan food court yang sudah jadi berdiri kuat dua lantai. Ia juga mempertanyakan mana mungkin logikanya jika bangunan itu dialih fungsi menjadi tempat pembayaran.

“Lha kalau pusat kasir kok dua lantai yang lantai atas terbuka. Ini cara bayarnya bagaimana,” tanya AW Mulyadi setengah ngeles.

Menanggapi kebingungan Komisi B yang menyoal set patent dasar bangunan food court tersebut, Kadinas Disdagnakerkop Martadi berusaha meyakinkan bahwa set bangunan food court akan dibuatkan model tenda yang bisa dibongkar muat.

Baca Juga :  Mengaku Sempat Tersiksa, Keluarga Ketua RT di Buran Karanganyar Yang Positif Covid-19 Akhirnya Bisa Bernafas Lega Usai Hasil Tes Swab Negatif. Langsung Siapkan Syukuran Setelah Operasi Patah Tulang Selesai

Sedangkan bangunan kontainer itu hanya untuk pusat kasir atau pembayaran terpadu.

“Nanti bentuknya tenda berjumlah 24 jadi bukan yang kontainer ini. Konsep saya begitu. Gambar detailnya nanti bukan sekarang,” katanya.

Martadi berjanji bertanggung jawab bahwa konsep food court tetap berjalan walau dengan set tenda sehingga tidak mengganggu fungsi lahan parkir.

“Kami dari Dinas serius menggarap konsep food court ini demi manfaat banyak termasuk sumber PAD serta meningkatkan taraf hidup PKL,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi B DPRD Karanganyar, Boby Aditia Putra menyoal ketidakjelasan konsep dasar pembangunan food court sehingga terkesan seadanya.

“Ini sangat kacau antara konsep dasar pembangunan dengan kenyataan yang terjadi sehingga proyek ini perlu diklarifikasi lanjut tingkat lembaga DPRD,” ujarnya pada sidak tersebut.

Sedangkan Bupati Karanganyar, Juliyatmono sudah menegaskan melalui jawaban atas Pandangan Fraksi DPRD agar lahan tersebut dikembalikan kepada rencana semula sebagai lahan parkir. Beni Indra