
JOGLOSEMARNEWS.COM โ Chairman Institute for Policy Studies, Fadli Zon, meminta masyarakat Indonesia tidak perlu sinis atau jengah terhadap kehadiran Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).
โGerakan masyarakat sipil memang tak sepantasnya direspon dengan penilaian menyudutkan,โ kata dia dalam keterangan tertulis, Sabtu, 29 Agustus 2020.
Penilaian bahwa gerakan KAMI ini diisi oleh orang-orang yang kalah, atau pernah kalah, kata Fadli, merupakan ungkapan sinis mereka yang tak paham makna demokrasi. Sebab, ia mengatakan dalam kacamata demokrasi, tak dikenal konsep โyang menangโ dan โyang kalahโ.
โDemokrasi hanya mengenal konsep โpenguasaโ dan โoposisiโ, yang menunjukkan pentingnya mekanisme โcheck and balancesโ dalam soal pemerintahan,โ kata Fadli.
Politikus Gerindra ini menyebut tokoh-tokoh yang mendeklarasikan KAMI kemarin bukanlah โorang-orang kalahโ. Sebagian merupakan tokoh senior yang punya reputasi terpuji. โDalam bingkai demokrasi, posisi mereka sangat terhormat,โ tuturnya.
Ia pun mengatakan gerakan ini menjadi vitamin bagi demokrasi Indonesia. Alasannya kekuasaan perlu diawasi dan dikritik baik oleh lembaga resmi maupun kelompok masyarakat.
โKAMI merupakan bagian dari itu. Dulu pers juga berfungsi sebagai โanjing penjagaโ atau โwatch dogโ dari pemerintahan. Tapi peran pers perjuangan seperti itu nampaknya kian punah,โ katanya.