Beranda Umum Nasional Fadli Zon Minta Masyarakat Tak Sinis dengan Kehadiran KAMI

Fadli Zon Minta Masyarakat Tak Sinis dengan Kehadiran KAMI

Presiden Jokowi (kiri) memberikan selamat kepada Wakil Ketua DPR RI 2014-2019 Fadli Zon seusai upacara Penganugerahan Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 13 Agustus 2020 Penghargaan Bintang Jasa juga diberikan kepada 22 tenaga medis yang gugur saat mengangani pasien Covid-19. Tempo.co/Biro Pers Sekretariat Presiden

JOGLOSEMARNEWS.COM โ€“ Chairman Institute for Policy Studies, Fadli Zon, meminta masyarakat Indonesia tidak perlu sinis atau jengah terhadap kehadiran Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

โ€œGerakan masyarakat sipil memang tak sepantasnya direspon dengan penilaian menyudutkan,โ€ kata dia dalam keterangan tertulis, Sabtu, 29 Agustus 2020.

Penilaian bahwa gerakan KAMI ini diisi oleh orang-orang yang kalah, atau pernah kalah, kata Fadli, merupakan ungkapan sinis mereka yang tak paham makna demokrasi. Sebab, ia mengatakan dalam kacamata demokrasi, tak dikenal konsep โ€œyang menangโ€ dan โ€œyang kalahโ€.

โ€œDemokrasi hanya mengenal konsep โ€œpenguasaโ€ dan โ€œoposisiโ€, yang menunjukkan pentingnya mekanisme โ€˜check and balancesโ€™ dalam soal pemerintahan,โ€ kata Fadli.

Baca Juga :  Usai Penerapan Tarif Impor AS, Indonesia Diprediksi Bakal Banjir Tekstil Mancanegara

Politikus Gerindra ini menyebut tokoh-tokoh yang mendeklarasikan KAMI kemarin bukanlah โ€œorang-orang kalahโ€. Sebagian merupakan tokoh senior yang punya reputasi terpuji. โ€œDalam bingkai demokrasi, posisi mereka sangat terhormat,โ€ tuturnya.

Ia pun mengatakan gerakan ini menjadi vitamin bagi demokrasi Indonesia. Alasannya kekuasaan perlu diawasi dan dikritik baik oleh lembaga resmi maupun kelompok masyarakat.

โ€œKAMI merupakan bagian dari itu. Dulu pers juga berfungsi sebagai โ€œanjing penjagaโ€ atau โ€œwatch dogโ€ dari pemerintahan. Tapi peran pers perjuangan seperti itu nampaknya kian punah,โ€ katanya.

Baca Juga :  Sejumlah Hotel Lakukan PHK Massal, PHRI: Ini Bukan Efisiensi, Tapi Pembekuan

www.tempo.co