JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Kisah Pilu Orangtua Tenaga Magang asal Karanganyar yang Hilang Misterius di Kapal May Alia. Tanya Nasib Anaknya, Malah Disuruh Tanda Tangan Asuransi Rp 150 Juta

Supriyono saat mengadukan nasib putranya yang setahun hilang tanpa kabar bersama 24 tenaga magang di kapal barang May Nur Alia. Foto/Beni
Supriyono saat mengadukan nasib putranya yang setahun hilang tanpa kabar bersama 24 tenaga magang di kapal barang May Nur Alia. Foto/Beni

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebanyak 25 awak tenaga magang kapal barang May Nur Alia milik perusahaan PT Gurita Lintas Samudra hilang sudah lebih dari setahun ini tepatnya 25 Agustus 2019.

Dari konfirmasi keluarga, KNKT menduga kapal tersebut tenggelam namun hingga kini kasus itu sama sekali belum pernah mencuat di berita media apapun.

Kejadian itu menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Salah satu di antaranya adalah keluarga Febry Hariyanto (23), korban asal Dusun Serut Desa Sroyo, RT 01/06 Jaten, Karanganyar.

Baca Juga :  Dorong Lahirnya Bibit Pemain Muda, Paryono Support Liga Silahturahmi

Febry adalah siswa Akademi Pelayaran Niaga Indonesia Akpelni Semarang yang bersama 4 orang temannya siswa Akpelni Semarang yang juga sama-sama hilang sampai sekarang.

Supriyono (56) orang tua korban mengatakan kelima keluarga terus berkomunikasi melacak mencari keberadaan anaknya masing-masing tetapi buntu tidak mendapatkan jawaban.

“Kelima orang tua termasuk saya pernah diundang ke Maluku oleh pihak kapal juga KNKT. Namun juga tidak ada kejelasan apalagi kepastian dimana awak kapal sebanyak 25 orang itu,” ujarnya sambil menangis, Sabtu (29/8/2020).

Baca Juga :  Karanganyar Darurat Sampah, Bupati Juliyatmono Siap Beli Tanah Warga untuk Operasionalkan Mesin Baru

Supriyono bercerita dirinya bersama empat orang tua korban juga sempat mengurus ke Akpelni Semarang. Namun sama juga Akpelni mengaku tidak tahu.

Ia juga menceritakan pengalaman pahitnya ketika mencoba melacak ke Maluku.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua