JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sering Memalak, Komplotan Pengamen Bandit di Alun-alun Sragen Digulung Polisi. Pelaku Seret 4 Remaja Nongkrong ke Kuburan, Dipukuli Lalu HP dan Motor Dirampas

Kapolsek Sragen AKP Mashadi mendampingi Kasat Reskrim AKP Supadi saat menghadirkan otak komplotan pengamen bandit yang suka memalak korbannya di Mapolres Sragen, Senin (3/8/2020). Foto/Wardoyo
Kapolsek Sragen AKP Mashadi mendampingi Kasat Reskrim AKP Supadi saat menghadirkan otak komplotan pengamen bandit yang suka memalak korbannya di Mapolres Sragen, Senin (3/8/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Polsek Sragen Kota sukses meringkus komplotan pengamen yang nyambi bandit dan memeras. Komplotan pengamen nyambi memalak itu terdiri tiga tersangka yang digawangi pengamen asal Ngawi, Jatim.

Komplotan pengamen bandit itu digawangi oleh Aris Joko Prasetyo alias Aris (23) warga Jalan Ronggowarsito, Gang Mawar, RT 10 RW 05, Karang
Tengah, Ngawi, Jatim.

Dia beraksi bersama dua temannya, Ancri dan Cuprit yang saat ini masih dalam pengejaran.

Kapolres Sragen, AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo melalui Kapolsek Sragen AKP Mashadi mengatakan tiga tersangka itu memeras dengan modus berpura-pura mengamen. Lalu mereka mendatangi empat remaja yang nongkrong di Alun-Alun Sragen.

Ada empat korban yang dipalak dan dianiaya oleh komplotan bandit pengamen itu. Mereka diantaranya Febri Angga Saputra (21) asal Dukuh Tanggung, RT 1/1, Plangsan, Gesi, Sragen.

Dia saat itu nongkrong bersama tiga rekannya yang sama-sama masih remaja asal Sragen, Fatkhu Ali Ridwan, Bambang Riyanto, Nova Handika Megantoro.

Baca Juga :  Tak Hanya ke Kejaksaan, Kepala DPUPR Sragen Juga Dilaporkan ke Polda Jateng. Terkait Indikasi Penyalahgunaan Wewenang dan Jabatan di 5 Proyek Bernilai Miliaran

Kejadian berlangsung pada medio Juni 2020 lalu pukul 23.00 WIB namun baru terungkap saat digelar konferensi pers di Mapolres, Senin (3/8/2020).

Kejadian bermula ketika keempat korban tengah nongkrong di seputaran air mancur Alun-alun Sasono Langen Putro Sragen. Mereka kemudian tersangka Aris dan dua temannya.

Sejurus kemudian, Aris yang membawa gitar kentrung untuk ngamennya. Dia bersama dua temannya kemudian menggertak empat korban untuk meminta HP dan barang berharga milik mereka.

Korban sempat menolak. Lalu dengan paksa para pelaku menyeret keempat korban ke area makam Manding Sragen.

Di lokasi itu, ketiga tersangka memukuli korban dengan gitar dan batu bata cor secara bergantian. Akibat pukulan bertubi-tubi, korban terluka lebam di bagian kepala dan pelipis.

Setelah korban dipukuli, pelaku meminta paksa barang-barang korban. Di antaranya satu HP Samsung, satu HP nerek Wiko, satu HP Samsung JA, dan satu sepeda motor Mio milk saksi Wisnu Angga Pratama.

Baca Juga :  Tambah Lagi 9 Warga Positif Hari Ini, Jumlah Total Kasus Covid-19 Sragen Meroket Jadi 419. Sebanyak 780 Warga Terdeteksi Kontak Erat, Sudah 58 Meninggal Dunia

Setelah menguras HP dan motor korban, pelaku kabur meninggalkan empat korban yang luka-luka.

“Korban tak sempat melawan karena sudah diancam dan dipukuli. Modusnya para tersangka ngamen lalu mengancam korban yang nongkrong di Alun-alun. Mereka kemudian diajak ke makam Manding dan di situ dipukuli pakai gitar dan batu bata sampai luka. Dipukuli kepalanya, lalu HP dan motor korban diambil paksa. Satu tersangka kita amankan yang dua masih dalam pengejaran,” papar AKP Mashadi, Senin (3/8/2020).

Kapolsek menambahkan aksi para pelaku sudah sangat meresahkan. Sebab mereka tak segan memalak meminta uang dan rokok kepada sasarannya saat mengamen.

Saat ini, dua tersangka masih dalam pengejaran. Sementara satu tersangka yang otak komplotan, Aris sudah dibekuk dan diamankan di Polres berikut barang buktinya. Wardoyo