WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM โ Opor ayam merupakan salah satu kuliner yang lazim dijumpai di hampir semua daerah. Namun opor ayam di Pracimantoro Wonogiri ini sangat spesial. Pasalnya hanya dijual saat pasaran Wage.
Opor ayam Pracimantoro ini juga tambah spesial lagi lantaran disantap di antara ratusan ekor sapi. Memang sesekali aroma yang timbul dari aktifitas para sapi akan menyeruak tatkala kita memakan opor ayam ini. Namun tidak mampu mengalahkan gurih nan nikmatnya dari setiap gigitan daging ayam yang empuk.
โOpor ayam Pracimantoro ini begitu melegenda. Penjualnya bernama Mbah Mukimin, sudah puluhan tahun berjualan,โ ungkap Camat Pracimantoro Warsito, Selasa (1/9/2020).
Warung opor ayam itu berdiri di komplek pasar sapi Pracimantoro. Dari lampu merah simpang empat Pracimantoro ke barat sekitar 400 arah museum karst Indonesia.
Namun tidak setiap hari warung opor ayam Pracimantoro ini buka berjualan. Hanya ketika malam Wage dan pasaran Wage kita bisa goyang lidah di tempat itu. Ini menyesuaikan pasar sapi Pracimantoro yang ramai setiap pasaran Wage datang.
โMalam pasaran Wage sudah ramai yang datang, kalau pas Wage siang tambah ramai,โ jelas dia.
Lantas bagi penikmat kuliner yang ingin menyantap opor ayam Pracimantoro harus gigit jari donk, di hari non pasaran Wage?. Tenang ada solusi atas permasalahan itu. Pak Camat menyebutkan salah satu putra Mbah Mukimin kini membuka warung makan sejenis di dekat kantor Kecamatan Pracimantoro. Bukanya pun setiap hari.
โMenunya juga sama. Daging ayam jantan pilihan,โ beber Pak Camat.
Ketika disajikan, daging opor ayam dilengkapi nasi, oseng lombok, sayur lombok santan, sayur gori atau nangka muda, dan lalapan plus sambal.
Daging ayam opor saat di mulut terasa empuk tidak alot. Bumbunya juga meresap. Menandakan sang koki terbukti piawai dalam mengolahnya.
Keberadaan menu opor ayam ini menambah daftar panjang kuliner di kecamatan ujung barat daya kabupaten Wonogiri itu. Selain opor ada nasi berkat, asul-asul, ulih-ulih, jenang, maupun penganan seperti Setan Kober. Aria