
YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dinas Kominfo Provinsi DIY tengah mengupayakan perluasan jangkauan internet di 49 sekolah yang masih tergolong blank spot, untuk membantu pelaksanaan kegiatan belajar mengajar secara daring selama pandemi Covid-19.
Hal itu dilakukan, menurut Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji, lantaran Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih belum memberi izin sekolah-sekolah untuk melaksanakan kegiatan belajar secara tatap muka.
Alasannya, menurut Aji, sapaan akrabnya, sebanyak 5.439 instansi sekolah dari semua tingkatan di DIY merupakan golongan mikro lockdown.
Sehingga pembukaan kegiatan belajar secara tatap muka belum dianjurkan oleh pemerintah DIY.
Aji mengatakan, ada dua sudut pandang yang dapat dikatakan sebagai kelompok yang harus ditangani dengan mikro lockdown di tengah pendemi Covid-19 seperti saat ini.
Pertama, ia menyebut dari sisi bidang, serta yang kedua berdasarkan wilayah.
Istilah tersebut diharapkan dapat dimengerti masyarakat untuk saat ini.
“Kalau di desa-desa itu namanya mikro lockdown wilayah. Kalau bidang pendidikan ini termasuk mikro lockdown bidang. Mereka belum kami izinkan untuk tatap muka, jadi masih mikro lockdown,” imbuh Aji, Rabu (7/10/2020).
Ia menilai, pembukaan kegiatan tatap muka di sekolah masih cukup berbahaya.
Karena Aji melihat klaster Pondok Pesantren yang berada di Sleman, cukup dijadikan pembelajaran.
Pemerintah DIY bahkan belum mengetahui apakah di tahun 2021 nanti, proses kegiatan belajar di sekolah masih dilakukan secara daring atau sudah harus tatap muka.
Namun, dari isyarat dan langkah yang akan ditempuh, besar kemungkinan kegiatan belajar bagi siswa pada 2021 masih dilaksanakan via daring.
“Kami belum tahu apakah sampai 2021. Yang jelas kami akan genjot belajar via online tetapi hasilnya sebaik tatap muka. Itu yang akan kami upayakan,” tegasnya.
Sebagai upaya pemenuhan tersebut, Dinas Kominfo DIY saat ini sedang mengupayakan perluasan jangkauan internet di 49 sekolah yang masih tergolong blank spot.
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















