JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Harga Maksimal Swab Test Mandiri Sebesar Rp 900.000, Ini Rinciannya

ilustrasi swab test / pixabay

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Bagi yang hendak melakukan swab test secara mandiri, mereka harus merogoh kocek maksimal sebesar Rp 900.000 sekali tes.
Harga tersebut sudah merupakan ketetapan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan bersama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Harga itu disebut sudah disepakati setelah mempertimbangkan seluruh kepentingan dan komponen yang ada.

“Penetapan batas batas tertinggi itu dengan memperhatikan biaya pokok dan komponen lainnya, dengan tentunya mempertimbangkan kepentingan masyarakat dan kepentingan fasilitas pelayanan kesehatan yang mengadakannya,” ujar plt Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Abdul Kadir, Jumat (2/10/2020).

Batas atas itu ditetapkan setelah Kemenkes bersama BPKP menggelar rapat sebanyak tiga kali. Ada beberapa komponen utama yang membuat angka Rp 900 muncul.

Baca Juga :  Kabar Rencana Kepulangan Rizieq Shihab ke Indonesia, Polri Tidak Siapkan Pengamanan Khusus: Kalau Mau Pulang Silakan Saja

Pertama, adalah komponen biaya yang terdiri atas jasa pelayanan atau jasa SDM. Untuk jasa pelayanan ini terdiri dari jasa dokter, dalam hal ini adalah dokter mikrobiologi klinik, jasa tenaga ekstraksi, jasa pengambilan sampel, dan tenaga Ahli Teknologi Laboratorium Medis (ATLM).

Setelah itu, ada komponen bahan habis pakai. Ini terdiri dari berbagai bahan habis pakai termasuk di dalamnya adalah alat pelindung diri (APD) level 3. Di samping itu Kemenkes menghitung harga reagen, mulai dari harga reagen ekstraksi dan harga reagen itu sendiri. Kemenkes juga menghitung komponen lainnya, seperti biaya pemakaian listrik, air, telepon, maintenance alat, penyusutan alat, dan pengelolaan limbah.

Baca Juga :  Nama Ganjar Pranowo Diunggulkan sebagai Calon dalam Pilpres 2024, Politikus PKS Singgung Asal Jawa: Wajar Kalau Dia Naik

“Itu kami perhitungkan. Dan komponen terakhir yang kami perhitungkan adalah biaya administrasi. Yaitu biaya pendaftaran dan biaya pengiriman hasil,” kata Kadir.

Penetapan harga ini di lapangan baru akan mulai berlaku saat surat edaran dikeluarkan Kemenkes. Kadir memperkirakan surat baru akan keluar pada Senin.

“Dengan harga yang telah ditetapkan ini, tentunya kami bersama tim BPKP dan Kemenkes akan melakukan evaluasi secara periodik dengan memperhitungkan perubahan harga dalam komponen yang kami sebutkan,” kata Kadir.

www.tempo.co