
SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM โ Debat publik calon bupati-wabup Pilkada Sragen yang digelar dua hari lalu, masih menyisakan tema menarik. Salah satu panelis, Muhammad Nursalim sempat menanyakan fenomena banyaknya calon jemaah haji di Sragen yang hampir tiap tahun menjadi yang tertinggi di Soloraya.
Nursalim pun melempar pertanyaan bagaimana jika lokasi Obyek Wisata Gunung Kemukus yang digadang jadi wisata religi, dijadikan tempat untuk kegiatan manasik haji.
Ia sempat menyajikan fakta bahwa selama ini Calhaj Sragen paling banyak. Kemudian sebagian bahkan sampai mengikuti manasik haji di luar daerah, hingga Semarang.
Pertanyaan itu langsung dijawab cabup Yuni. Menurutnya bicara penataan Gunung Kemukus memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ia menyebut selama ini Gunung Kemukus melekat stigma negatif yang tidak mudah pula untuk menghapusnya.
Pemerintahannya selama lima tahun terakhir, sudah mencoba memulai menata dengan konsep wisata religi dan wisata keluarga.
โKarena pernah dulu kami bahas dengan tokoh agama dan FKUB, mereka tidak setuju disebut wisata religi karena Pangeran Samudera itu bukan termasuk wali. Tapi kami mencoba menata karena bagaimanapun ada sejarah Pangeran Samudera dan itu yang sedang kami luruskan. Makanya kami menatanya dengan menjadi wisata keluarga dan religi,โ paparnya.
Yuni kemudian menjelaskan bahwa penataan Kemukus tidak mungkin bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah di tengah keterbatasan anggaran.
Pemkab berkoordinasi dengan provinsi dan pemerintah pusat yang akhirnya mendukung penataan dengan memberikan alokasi dana hampir Rp 88 miliar.
โUuntuk itu makanya sekarang Gunung Kemukus menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional. Ini dalam rangka perbaikan Gunung Kemukus,โ tegasnya. Wardoyo