JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Kisah Pilu Dwi Rahayu, Wanita Asal Jumantono Karanganyar Tinggal Tulang Terbungkus Kulit Digerogoti Penyakit Misterius. Sudah 3 Tahun Terbaring Tak Berdaya, Tak Punya BPJS, Suami Malah Tega Kawin Lagi

Kondisi Dwi Rahayu, wanita malang asal Jumantono Karanganyar tinggal tulang terbungkus kulit. Foto/Beni

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kisah hidup Dwi Rahayu (37) memang menyayat hati. Tubuh keringnya yang tinggal tulang terbungkus kulit bahkan sering disebut manusia tinggal tulang.

Dwi Rahayu warga Dusun Kranjan RT 03/05 Desa Sringin, Jumantono, Karanganyar itu selama 3 tahun hanya bisa terbaring tak berdaya. Ia menderita penyakit aneh yakni badannya mengecil hingga tulangnya habis, sehingga untuk duduk pun tidak bisa.

Potret miris Dwi terungkap ketika mantan Bupati Rina Iriani menyambanginya, Senin (23/11/2020).
Rina datang bersama keluarga langsung menuju rumah orang tua Dwi Rahayu.

Baca Juga :  Bikin Resah Warga, Warung Esek-Esek dan Cewek-Cewek Penjaja Syahwat Menjamur di Bolon Colomadu

Ia mengaku trenyuh dan tergerak setelah mendengar kisah pilu Dwi Rahayu.Pasalnya semenjak wanita itu menderita sakit langsung dicerai oleh suaminya.

Hal itu karena sakit kritis tingggal tulang tidak bisa apa-apa kecuali hanya tergolek ditempat tidur saja sejak tiga tahun lalu.

Sedangkan dua anaknya yang masih usia 10 tahun dan 13 tahun ikut tinggal dirumah neneknya bersama Dwi Rahayu.

Adapun perihal penyakit tersebut, Bu Rina panggilan akrab mantan bupati itu menyebut banyak versi. Ada yang menyebut karena sakit diabetes dan ada juga yang mengatakan sakit dalam dan sakit lainnya.

Baca Juga :  Kecelakaan Bus Rombongan Wisata Gasak Tebing dan Terperosok Jurang di Tawangmangu Karanganyar

“Saya juga heran kalau hanya sakit diabetes dan sudah berobat ke banyak dokter masak sampai tinggal tulang pun tidak kuat menyangga badannya sendiri hingga untuk duduk di kursi pun tidak bisa,” ujar Bu Rina.

Padahal berdasar pengakuan keluarga, Dwi Rahayu sudah pernah opname dan dibawa kebanyak dokter tapi tidak ketemu juga  penyakitnya.

Akhirnya keluarga putus asa tak tahu harus kemana berobat, apalagi Dwi Rahayu tidak memiliki BPJS.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua