SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM -Kasus dua sekretaris kecamatan (Sekcam) positif covid-19 akhirnya menemukan titik terang. Ternyata dua Sekcam itu positif setelah menghadiri acara bimbingan teknis (Bintek) di Aula Sukowati Setda Sragen.
Data yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , Bintek itu digelar selama dua hari. Yakni mulai tanggal 13 hingga 14 November 2020.
Seluruh Sekcam dari 20 kecamatan hadir dalam Bintek tersebut. Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sragen, Tatag Prabawanto menyampaikan Bintek itu digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD).
“Penyelenggaranya dari Dinas PMD. Semua Sekcam memang hadir di Bintek itu,” paparnya Senin (30/11/2020).
Rupanya Bintek itu menjadi awal petaka. Pemkab kemudian memutuskan menutup dua kantor kecamatan menyusul temuan dua Sekcam yang positif terpapar corona virus atau covid-19.
Dua kantor yang ditutup itu adalah Kantor Kecamatan Sumberlawang dan Kantor Kecamatan Gemolong. Penutupan dilakukan menyusul Sekretaris Kecamatan (Sekcam) di dua kecamatan itu yang kedapatan positif terpapar covid-19.
“Kantor Kecamatan Gemolong ditutup selama 10 hari terhitung mulai 28 November sampai 7 Desember 2020.
Lalu kantor Kecamatan Sumberlawang selama 8 hari mulai 27 November sampai 4 Desember 2020,” urainya.
Tatag kemudian menjelaskan penutupan dua kecamatan itu lantaran Sekcamnya semuanya terpapar covid-19. Sekcam Gemolong berinisial SUM, diketahui positif pada 26 November.
Sebelumnya ia sempat mengikuti Bintek di Ruang Sukowati Sragen dan kemudian jatuh sakit. SUM kini dirawat di Rumah Sakit Kasih Ibu Solo.
Kemudian di Kecamatan Sumberlawang, Sekcamnya berinisial TRI, juga dinyatakan positif setelah pulang dari Bintek di Aula Sukowati.
TRI kemudian dirawat di RS Rizky Amalia Sragen dan kemudian diswab tanggal 27 November. Hasilnya, ia juga dinyatakan positif terpapar covid-19. Ia selanjutnya diisolasi di Technopark Sragen.
Penutupan juga dilakukan lantaran selain Sekcam, satu PNS di Kecamatan Sumberlawang berinisial PUR, juga dinyatakan positif pada 26 November.
PNS itu ketahuan positif setelah jatuh sakit dan dirawat di RSUD dr. Soeratno Gemolong. Setelah diswab, hasilnya dinyatakan positif terpapar covid-19.
“Sebagai tindaklanjut, tanggal 27 November 2020 sebanyak 7 PNS di kantor Kecamatan Sumberlawang yang kontak erat, sudah melakukan swab, 6 PNS di DKK dan 1 PNS di RS Moewardi Surakarta dan hasilnya hingga saat ini belum keluar,” terang Tatag.
Tatag yang juga Sekda Sragen itu menambahkan selama kantor ditutup, pelayanan masyarakat sementara dihentikan. Ia berharap masyarakat bisa memahami dan memaklumi hal itu demi pencegahan penyebaran covid-19. Wardoyo