JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Donor Darah di Masa Pandemi. Protokol Kesehatan Jadi Prioritas, Tidak Sembarang Orang Bisa Diterima Jadi Pendonor

Donor darah di Hall Fak Teknik UMS Foto: Dok

donor darah UMS
Donor darah di Hall Fak Teknik UMS Foto: Dok

SOLO,JOGLOSEMARNEWS.COM -Ortom Muhammadiyah di lingkungan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar donor darah. Meski di masa pandemi Covid-19, aksi sosial donor darah juga tak boleh berhenti. Pasalnya, ketersediaan darah tetap dibutuhkan di masa pandemi.

“Itulah yang mendasari mengapa kami tetap menggalang aksi kegiatan donor darah meski dalam situasi dan kondisi yang sulit akibat pandemi. Ketersediaan darah terus dibutuhkan dan tak mengenal pandemi, maka kami tetap melakukan donor,” ungkap Ismokoweni, Ketua Panitia Aksi Donor Darah, Kamis (5/11/2020).

Karena itulah, dengan dukungan dari Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Ortom Muhammadiyah tetap bergerak mengadakan kegiatan sosial donor darah. Hal itu untuk membantu kurangnya stok pasokan darah yang dimiliki Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surakarta saat ini.

Mengingatnya pentingnya stok darah tersebut guna menolong pasien yang membutuhkan, Ortom Muhammadiyah lainnya menggalang donor darah. Kegiatan ini sebenarnya sudah dilangsungkan sejak beberapa bulan lalu, namun kemudian makin diintensifkan.

Sejak April hingga November 2020, bersama pengurus Ortom di UMS seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Tapak Suci Dan Hizbul Wathan kompak kerjasama dengan Palang Merah Indonesia kota Surakarta melangsungkan aksi sosial berupa donor darah. Sudah sebanyak 6 kali donor darah dilakukan

Baca Juga :  Pilkada Serentak, 2 Wilayah di Solo Raya ini Jadi Perhatian Khusus Polda Jateng

Pada Kamis (5/11/2020) kegiatan donor darah dilaksanakan di Hall Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta. Dengan kuota pendonor 50 orang. Meski di tengah Pandemi, aksi sosial tersebut tetap digelar. Pandemi bukan halangan untuk membantu sesama. “Kalau pandemi Covid-19, trus donor darah ikut berhenti lantas siapa yang akan mengisi stok bank darah, padahal itu sangat dibutuhkan. Maka kita tetap menggalang donor darah, yang penting protokol kesehatan harus jadi prioritas utama,” tambah Ismokoweni.

Untuk tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19, maka dalam donor darah ini jadwal kedatangan pendonor diatur sedemikian rupa agar tidak bebarengan. Semua panitia, petugas dan pendonor harus memakai masker dan faceshield.

Petugas mengenakan sarung tangan, pendonor harus membersihkan tangan dengan sabun atau hand sanitizer. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, pendonor harus melalui tracing terlebih dahulu mengenai identitas dan latar belakangnya. Setidaknya harus melalui referensi panitia atau orang yang dipercaya. Sehingga tidak sembarangan orang bisa mendonor dalam kegiatan ini. Hal itu dilakukan semata-mata karena situasi dan kondisi pandemi yang membutuhkan kehati-hatian.

Baca Juga :  Salurkan Bantuan Sosial Tunai, Wali Kota Solo Minta Imbal Balik

“Semua panitia, pendonor dan petugas harus menaati protokol kesehatan, yaitu mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dan menjaga jarak pakai masker. Petugas dan panitia juga diminimalisasi,” ungkapnya.

Ismoko Weni, sebagai koordinator kegiatan itu mengatakan kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Fakultas Teknik UMS. Selain difasilitasi tempat kegiatan, setiap pendonor diberi masker berlogokan Fakultas Teknik UMS.

Dia menceritakan dihubungi oleh pengurus PMI Kota Surakarta untuk kerjasama menggelar kegiatan donor darah, karena saat pandemi, jumlah pendonor sangatlah sedikit. “Bahkan PMI sampai jemput bola ke masing-masing rumah pendonor. Kondisi tersebut membuat kita terpanggil untuk membantu,” lanjutnya.

Dari situlah, dia dibantu banyak pihak bergerak rutin melaksanakan kegiatan donor hampir setiap bulan. Dirinya berpesan, dalam situasi pandemi seperti sekarang, diusahakan untuk tetap membantu sesama. “Kita lawan ketakukan saat pandemi, jaga kesehatan, agar tetap bermanfaat bagi umat,” kata Ismoko Weni yang juga Wakil Ketua Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHB) Pimpinan Daerah Aisyiyah Sukoharjo ini. (A Syahirul)