JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Pencopotan Baliho Rizieq Shihab oleh Pangdam Jaya, Kodam Jaya Banjir Karangan Bunga

Deretan karangan bunga berjajar di depan Kodam Jaya, Cililitan, Jakarta Timur, mendukung upaya Pangdam Jaya Mayor Jenderal Dudung Abdurachman usai mengintruksikan pencopotan baliho Rizieq Shihab. Senin (23/11/2020) / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM

982697 720
Deretan karangan bunga berjajar di depan Kodam Jaya, Cililitan, Jakarta Timur, mendukung upaya Pangdam Jaya Mayor Jenderal Dudung Abdurachman usai mengintruksikan pencopotan baliho Rizieq Shihab. Senin (23/11/2020) / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pencopotan paksa balijo Rizieq Shihab oleh Pangdam Jaya Mayor Jenderal Dudung Abdurachman mendapatkan apresiasi dari sebagian pihak.

Usai pencopotan baliho tersebut, banyak karangan bunga yang menyatakan dukungan terhadap keputusan Pangdam Jaya tersebut membanjiri Kodam Jaya, Cililitan, Jakarta Timur pada Senin (23/11/2020).

Deretan bunga itu berjejer di halaman depan dan menjadi tontonan masyarakat.

“Sikat dan berangus ormas radikal perusak bangsa. Jangan kasih kendor, Jenderal!” bunyi salah satu ucapan di karangan bunga yang dikirimkan WAG Cebong Lovers.

Karangan bunga yang menyatakan dukungan itu juga datang warga yang mengatasnamakan Seluruh Rakyat yang Cinta NKRI. Mereka menyatakan dukungan atas tindakan tegas Dudung mencopot spanduk Rizieq.

Baca Juga :  Dari Sidik Jari, 17 Jenazah Korban Pesawat Sriwijaya Air SJ182 Berhasil Terindentifikasi. Delapan Perempuan dan 9 Laki-Laki, Berikut Daftarnya

Selain di Kodam Jaya, deretan rangkaian bunga juga terlihat di depan Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan. Di sana warga meminta agar polisi kembali mengusut kasus Rizieq Shihab.

“Mendukung sikap Pak Kapolda, tapi usut lagi dong kasus si cabul,” ujar seseorang bernama Ema.

Pangdam Jaya Mayor Jenderal Dudung Abdurachman mengatakan pihaknya akan terus melakukan pencopotan spanduk dan baliho Rizieq Shihab, sang Imam Besar FPI.

Menurut Dudung, saat ini pihaknya seperti sedang melakukan “penyerangan” terhadap baliho itu.

Baca Juga :  Sebagian Korban Banjir di Banjarmasin Belum Tersentuh Bantuan

“Kalau istilah dalam dasar-dasar serangan, itu momentum serangan jangan sampai terhenti. Jadi terus kami lanjutkan tugas ini,” ujar Dudung di Kodam Jaya, Cililitan, Jakarta Timur, Senin, 23 November 2020.

Menurut Dudung, pencopotan baliho dan spanduk Rizieq Shihab itu penting dan untuk kepentingan rakyat khususnya di Jakarta. Ia mengatakan sampai saat ini kurang lebih sudah ada sekitar 900 spanduk dan baliho Rizieq Shihab yang dicopot TNI.

“Di DKI masih berlanjut momentum serangan, jangan berhenti, masih banyak (yang perlu dicopot),” demikian Dudung. 

www.tempo.co