Beranda Umum Nasional Gara-gara Cekcok Soal Uang Beli Miras, Pria Ini Tega Tusuk Teman Sendiri...

Gara-gara Cekcok Soal Uang Beli Miras, Pria Ini Tega Tusuk Teman Sendiri Sampai Tewas

Lelaki tewas di ukung celurit
ilustrasi / joglosemarnews

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM
Gara-gara ceksok mengenai uang pembelian minuman keras atau miras,
seorang pria berinisial LG (53), tega menusuk temannya sendiri yang berinisial A (30) hingga tewas.

“Pelaku kesal kepada korban saat menyuruh membeli miras, namun oleh korban uang pelaku selain untuk beli miras juga dibelikan rokok,” ujar Kapolsek Tambora Komisaris Faruk Rozi dalam keterangan tertulis, Sabtu (26/12/2020).

Kejadian itu berlangsung pada Kamis malam, 17 Desember 2020 di Jalan Pintu Kecil Roa, Malaka, Tambora, Jakarta Barat. Usai terjadi perdebatan soal pembelian miras itu, korban dan tersangka sempat terlibat cekcok.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian yang berinisial U, perkelahian antara A dan LG sempat berusaha dilerai olehnya. Namun peristiwa itu justru mengakibatkan U mengalami luka tusuk dari badik yang dibawa LG.

Baca Juga :  Terseret Dugaan Pungli Dana Desa, Tiga Jaksa Kejari Padang Lawas Diperiksa di Jakarta

“Saksi juga mengalami luka diduga karena tusukan pisau di bagian dada oleh pelaku,” kata Faruk.

Setelah menusuk A dan melukai U, tersangka melarikan diri dari lokasi. Kanit Reskrim Polsek Tambora Ajun Komisaris Suparmin mengatakan, pihaknya berhasil melacak keberadaan pelaku
penusukan pada Minggu lalu di daerah Tamansari, Jakarta Barat.

Saat akan ditangkap, tersangka berusaha melompat dari jembatan penyeberangan orang (JPO).

“Namun berkat kecekatan anggota kami di lapangan pelaku berhasil diamankan,” ujar Suparmin.

Dari LG, polisi menyita bukti berupa sebilah badik yang digunakan saat membunuh korban. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan berujung kematian dengan ancaman 7 tahun penjara.

Baca Juga :  Mahasiswa Tewas dalam Tawuran Subuh di Bekasi, Polisi Tangkap Dua Pelaku

www.tempo.co

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.