![IMG-20201202-WA0008](https://i0.wp.com/joglosemarnews.com/images/2020/12/IMG-20201202-WA0008.jpg?resize=640%2C360&ssl=1)
![](https://i0.wp.com/joglosemarnews.com/images/2020/12/IMG-20201202-WA0004.jpg?resize=640%2C360&ssl=1)
SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Plt Bupati Sragen, Dedy Endriyatno meminta masyarakat menaati protokol kesehatan untuk menekan penambahan kasus corona virus atau covid-19.
Kemudian, warga yang positif covid-19 namun tanpa gejala atau OTG, juga diharapkan tertib untuk menjalani isolasi mandiri di Technopark. Sebab jika tidak diisolasi, maka sangat rentan menyebarkan dan menyebabkan klaster baru.
Hal itu disampaikan menyusul lonjakan kasus covid-19 dalam beberapa hari terakhir. Ledakan kasus bahkan mencetak rekor baru itu membuat kapasitas ruangan perawatan pasien covid-19 di RSUD Sragen, RSUD Gemolong dan ruang isolasi mandiri di Technopark sampai overload.
“Masyarakat yang terpapar covid-19 yang statusnya OTG itu kita isolasi agar tidak menyebabkan klater baru. Kenapa? karena di tengah- tengah masyarakat, udah positif covid-19 tapi masih belanja di pasar dan itu ada lho,” paparnya kepada wartawan ditemui di ruang kerjanya kemarin.
Dedy menjelaskan saat ini ada masyarakat yang positif OTG dan tidak peduli. Mereka masih berjalan- jalan di lingkungan tempat tinggalnya dan masih terkesan biasa-biasa aja.
“Maka kami menyiapkan itu isolasi mandiri di Technopark itu,” terangnya.
![](https://i0.wp.com/joglosemarnews.com/images/2020/12/IMG-20201202-WA0008.jpg?resize=640%2C360&ssl=1)
Terpisah, Kepala DKK Sragen, Hargiyanto sangat berharap kesadaran masyarakat dan ketaatan terhadap prokes agar laju penambahan covid-19 bisa ditekan.
Kemudian warga yang sudah positif meski berstatus OTG, bisa taat diisolasi mandiri di Technopark. Isolasi mandiri itu dilakukan semata-mata demi menjaga orang-orang terdekat mereka agar tidak tertular.
“Kalau di satu rumah misal ada 7 orang, satu positif. Kalau nggak diisolasi kan bisa menulari yang lain. Ya kalau imunnya bagus nggak masalah, tapi kalau ada anggota keluarga yang sudah tua dan punya penyakit komorbid, maka sangat rentan memperberat penyakitnya,” tukasnya.
Hargiyanto menyampaikan dengan lonjakan penambahan yang makin meroket dalam beberapa hari, petugas kesehatan di DKK dan Puskesmas juga harus berjibaku melakukan penanganan.
Belum lagi jika ada penolakan dan sikap keras warga menokak dijemput untuk diisolasi. Karenanya ia berharap kesadaran semua pihak demi segera selesainya pandemi ini.
‘Untuk Technopark saat ini penuh. Kapasitas 220 sampai 230 akan kita tambah lagi jadi 260. Untuk RSUD Sragen kapasitas 40 juga penuh, akan ditambah antara 70-80, lalu RSUD Gemolong kapasitas 25 bed akan kita tambah jadi 40,” tukasnya.
Di sisi lain, hingga hari ini jumlah kasus covid-19 di Sragen sudah mencapai 1.454 positif, 375 dirawat, 1019 sembuh dan 60 meninggal dunia. Sementara jumlah total warga yang meninggal baik probable, suspek hingga positif sudah mencapai 122 orang. Wardoyo