JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Beban Rumah Sakit Kian Berat, Menkes Budi Gunadi: Bagi yang OTG, Tolong Isolasi Mandiri di Rumah!

Budi Gunadi Sadikin / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  – Masyarakat yang terbukti positif Covid-19 dan tidak menunjukkan sakit atau otang tanpa gejala (OTG), diminta untuk tahu diri dengan melakukan isolasi mandiri di rumah, serta tidak bepergian.

Hal itu penting untuk menjaga agar tidak terjadi penularan yang lebih parah di tengah masyarakat.

Demikian diungkapkan oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. Dia meminta pasien OTG Covid-19  untuk melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

“Tolong, bapak ibu yang masih tidak demam, tidak sesak nafas, tapi hasil tes positif, masih bisa melakukan isolasi mandiri. Nanti kami akan bikin mekanismenya dimana tetap dimonitor oleh dokter-dokter baik melalui telepon langsung maupun telemedicine. Ini untuk mengurangi beban rumah sakit. Biarkan teman-teman, saudara kita dengan gejala yang berat itu yang di-handle di sana,” ujar Budi Gunadi dalam konferensi pers, Senin (11/1/202).

Baca Juga :  Operasi Pencarian Korban Sriwijaya Air SJ182 Kembali Diperpanjang 3 Hari, Ini Dua Hal yang Jadi Pertimbangan Basarnas

Budi Gunadi menyebut, lonjakan kasus Covid-19 diprediksi akan terus terjadi pasca libur panjang dan tahun baru ini. Sementara itu, beban rumah sakit terus meningkat. Ketersediaan tempat tidur begitu pula dengan tenaga medis sudah sangat terbatas.

“Pasca liburan ini, bapak ibu, rumah sakit itu akan penuh karena memang kasus aktifnya naik 30 persen, sementara kondisi nakes kita sudah sangat under pressure,” ujar Budi.

Baca Juga :  Covid-19 Rambah KPU, 40 Komisioner dan Lebih dari 100 Staf Terkonfirmasi Positif

Untuk itu, ujar Budi, jika kondisi rumah masih memungkinkan, pasien dengan OTG diimbau untuk melakukan isolasi mandiri.

“Kalau bapak/ibu punya rumah sendiri, punya kamar sendiri, lakukan di rumah dan di kamar. Kalau tidak punya atau terlalu sesak rumahnya, kami nanti akan mengimbau seluruh gubernur kepala daerah agar membuat tempat-tempat isolasi seperti Wisma Atlet, Wisma Haji, asrama dan lain sebagainya atau mungkin juga hotel,” ujarnya.

www.tempo.co