Beranda Nasional Jogja PSTKM Kurang Berdampak di DIY, RT Perlu Bentuk Tim Satgas Covid-19

PSTKM Kurang Berdampak di DIY, RT Perlu Bentuk Tim Satgas Covid-19

Ilustrasi grafik kasus Covid-19. Pixabay

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Program Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM) yang dilangsungkan di DIY, ternyata belum memberikan efek penurunan jumlah kasus positif Covid-19 di wilayah tersebut.

Karena itu, Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 di tingkat RT di DIY dinilai sudah mendesak untuk segera dibentuk.

Hal itu dilontarkan oleh Koordinator Forum Pengurangan Resiko Bencana (PRB), Ranie Ayu Hapsari.

Sebab, semakin kecil lingkungan yang didampingi, maka semakin dapat dikendalikan, khususnya dalam penanganan Covid-19.

“Jika dibangun di tingkat RT, maka bapak atau ibu RT bisa memilih warga terbaik untuk jadi tim. Mereka pasti paham siapa warga yang memiliki jaringan cukup luas untuk berkontribusi,” katanya dalam program ‘Pelatihan Penguatan Satgas RT dalam Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Berbasis Masyarakat’, Rabu (3/2/2021) yang digelar via Zoom.

Ia menjelaskan, ketika berbicara mengenai RT, maka orang-orang yang di dalamnya akan relatif lebih solid dan mampu menjaga satu sama lain.

Baca Juga :  Diduga Gelapkan Dana Perusahaan, Direktur PT Taru Martani Dituntut 13 Tahun Penjara

“Contohnya, ketika kita tahu Pak Bejo terkonfirmasi positif, maka tetangganya akan berperan sebagai pemantau. Pak Bejo tidak boleh keluar kemana-mana, termasuk membeli sayuran. Jika terpergok beli sayuran, maka akan disemprit tetangga,” jelas Ranie.

Tim satgas Covid-19 RT terdiri dari unsur pengurus RT, kader posyandu, karang taruna, PKK RT dan organisasi lain di lingkup RT.

Struktur tim satgas RT perlu berkoordinasi dengan Ketua RW, Padukuhan, Kalurahan serta diteruskan informasinya ke Puskesmas dan Kapanewon untuk koordinasi lebih lanjut.

Ia kemudian memperlihatkan, satgas Covid-19 di tingkat RT bisa dibangun dengan lima skema dan dipimpin oleh Ketua Satgas Covid-19.

Kelima bidang itu adalah logistik dan dukungan psikososial, pelacakan kontak erat dan treatment atau perawatan, informasi dan edukasi, disinfektan dan pemakaman.

“Bidang kedua, pelacakan kontak erat dan treatment itu paling penting karena bisa membantu teman-teman di puskesmas,” katanya.

Baca Juga :  Jumlah Penderita Gondongan di Gunungkidul Meningkat Drastis

Ranie melanjutkan, adanya satgas RT ini juga lebih mudah dari sisi ekonomi dan anggaran.

Apabila satgas Covid-19 tingkat desa cukup bingung dengan anggaran dan perlu pembahasan khusus, maka tingkat RT ini bisa dikelola dengan lebih mudah karena lingkupnya juga lebih kecil.

www.tribunnews.com