JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bupati Sragen Ungkap Ada Kades Datang Mewek-Mewek Takut Ditinggal Pensiun dan Disabotase Sekdesnya yang Lebih Pinter. Sampai Terheran, Lha Trus Dadi Lurah Fungsine Apa!

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat memberikan pengarahan di hadapan Kades-Kades saat Rakor di Gedung Kartini, Kamis (1/4/2021).

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengungkap keheranannya ada pemimpin desa yang takut ditinggal perangkatnya yang lebih pintar.

Tidak hanya itu, sang Kades juga merengek minta perangkat itu tidak dipensiunkan karena begitu menguasai administrasi dan sistem pengelolaan desa hingga desa sangat bergantung padanya.

Hal itu diungkapkan bupati saat memberikan pengarahan kepada 196 Kades dalam acara Rapat Koordinasi Bupati bersama Kades di Gedung Kartini Sragen, Kamis (1/4/2021).

“Ketika kemarin kita mengeluarkan aturan pensiun perangkat desa usia 60 tahun, ada satu kades yang datang ke saya. Bertamu, sedih sekali. Mengatakan Carik (Sekdes) saya jangan dipensiun Bu. Karena saya sangat bergantung,” ujar Bupati.

Bupati Yuni melanjutkan Kades itu beralasan Sekdesnya selama ini lebih pintar dan menguasai segala hal dalam pemerintahan desa.

Administrasi desa dan sistem keuangan desa begitu ahli, sedangkan sang Kades mengakui tidak bisa keduanya. Sang Kades juga ketakutan jika perangkat itu pensiun maka akan melakukan sabotase program di desa.

“Saya heran, lha terus fungsine dadi Lurah Ki apa coba. Sampai segitunya takut kalau perangkatnya pensiun. Takut perangkatnya kalau pensiun akan melakukan sabotase program saking karena bergantungnya. Lha trus dadi Lurah ki ngopo wae sak bendino!” ujar Yuni geregetan.

Baca Juga :  Perang Smash 7 Ganda Putra Pelatnas Warnai Laga Bulutangkis All Sragen di GOR Billy Beras. Marcus/Kevin dan Ahsan/Hendra Dipecah

Ia sengaja menceritakan itu agar bisa menjadi pelajaran bagi Kades dan pemimpin lain di tataran apapun. Bahwa menurutnya menjadi pemimpin memang sudah seharusnya lebih pandai dari yang dipimpin.

Pun dengan Kades, mestinya juga harus lebih pintar dari anak buah atau perangkatnya. Sehingga tidak mudah didikte oleh anak buah dalam melakukan tugas dan mengambil kebijakan.

“Kita dadi pemimpin kudu luwih pinter karo anak buah. Kalau nggak pinter tenan ya etok-etok pinter. Jangan takut,” ujarnya dengan roman sedikit tersenyum.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa semua pemimpin tidak salah ketika harus punya orang yang di belakangnya atau second liner.

Namun tidak berarti kemampuan pemimpin kemudian di bawah orang bayangan atau second liner itu.

“Sama, di belakang saya ada Pak Sekda. Ketika Pak Sekda nanti pensiun saya harus sudah siapkan orang. Jadi pemimpin jangan takut ditinggalkan, kalau seperti itu nanti kita jadi pemimpin akan kerdil. Mau begini takut ditinggal, takut enggak dipilih,” urainya.

Baca Juga :  Ngeri, Kronologi Kecelakaan Maut Mobil Seret Pemotor di Banaran Sambungmacan Sragen. Awalnya Tersenggol, Dewi Tewas Usai Terseret Hingga Seberang Jalur

Bupati menyampaikan menjadi pemimpin adalah anugerah yang tak semua orang mendapatnya. Karenanya ketika mendapat amanah dan anugerah itu, harus juga memiliki kekuatan.

Awake dewe Kuwi wis entuk wahyu. Nggak semua dapat wahyu, kita punya kekuatan. Jangan takut dengan apapun. Mau ditinggal pensiun perangkat desa saja kok berurai air mata, wedi. Panganan opo kuwi. Heran saya,” tegasnya.

Untuk itulah, ia menambahkan bahwa tidak perlu takut. Yang terpenting apa yang dilakukan sudah sesuai aturan. Ia meyakini jika sudah sesuai koridor aturan, pasti akan ada jalan.

“Saya sampaikan aturan, lakukan. Pasti ada jalan kalau kita kerja dengan koridor yang benar,” tukasnya.

Sayangnya, Bupati tidak menyebut siapa sang Kades yang mewek itu. Ia memilih menyimpan rapat identitas dengan alasan hal itu adalah etika pimpinan yang tetap harus melindungi bawahan. Wardoyo