JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Ketua HKTI Karanganyar Bisa Pahami Insiden Kades Harjosari, TNI/Polri yang “Datangi” Acara Pelantikan Perempuan Tani HKTI

Pertemuan pihak TNI/Polri, Satpol PP dan Linmas terkait berita "insiden" dalam acara pelantikan perempuan tani HKTI Karanganyar / istimewa

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Ketua DPC Himpunan Kerukunan Tani Indonesia HKTI Kabupaten Karanganyar, Jateng, Anung Marwoko menyatakan bisa memahami insiden yang terjadi pada acara pelantikan Perempuan Tani HKTI di rumah makan Dolano Kene, Desa Harjosari, Karangpandan, Senin (5/4/2021).

Pasalnya, panitia memang lupa tidak memberitahukan perihal acara tersebut kepada Kades Harjosari Sutarso bersama TNI/Polri, Satpol PP serta Linmas, sehingga “didatangi” secara langsung oleh Kades, TNI/Polri dan Satpol PP.

Bahkan, dalam insiden tersebut, Kades sempat menyampaikan kekecewaan secara langsung di atas panggung.

Sebenarnya menurut Anung, pihaknya masih beruntung acara tersebut tidak dibubarkan oleh Kades Sutarso. Padahal Kades datang bersama personel TNI/Polri, Satpol serta Linmas.

Baca Juga :  Ormas Baru, Bapera Langsung Tancap Gas.  Pengurus di 7 Kabupaten/Kota di Soloraya Sudah Dideklarasikan

“Ndak papa kami bisa memaklumi keteledoran panitia dan insiden ini kami jadikan hikmah untuk  introspeksi agar tidak kembali terulang,” ujarnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Selasa (6/4/2021).

Anung menjelaskan selaku Ketua Gugus Covid-19 Desa, langkah Kades Sutarso mendatangi acara itu sudah benar karena Kades bertanggung jawab penuh mencegah terjadinya potensi penyebaran Covid-19.

Demikian pula, lanjut Anung, secara organisasi desa, kedatangan Kades dengan membawa anggota TNI/Polri, Satpol dan Linmas juga sudah tepat karena sesuai Tupoksinya sebagai Babinkamtibmas.

2203 anung marwoko a
Anung Marwoko, Ketua DPC HKTI Karanganyar / Foto: Beni Indra

“Sudah benar itu langkah Kades Sutarso. Justru ini jadi momentum jangan sampai terjadi lagi acara HKTI yang berpotensi menyalahi aturan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Miris, Ribuan Penyandang Disabilitas di Karanganyar Belum Tersentuh Pendampingan. Kondisi Pandemi Makin Perparah Keadaan

Di satu sisi Anung mengakui kesalahan itu karena para perempuan tani sibuk dan belum berpengalaman sehingga teledor.

“Ibuk-ibuk itu kan cakupan pikiran dan pekerjaannya banyak, sehingga sampai lupa berpikir pemberitahuan dengan desa,” lanjutnya.

Sementara itu, Danramil Karangpandan Kapten Suparman  bersama Forkompimca setempat mengatan prihatin atas insiden tersebut, apalagi melibatkan kedatangan anggota TNI sebagai Babinsa bersama polisi.

“Kami berharap wartawan bisa menjaga kondusivitas beritanya demi kebaikan semua,” tandasnya pada pertemuan Forkompimca Karangpandan bersama wartawan JOGLOSEMARNEWS.COM Beni Indra di Kantor Kecamatan Karangpandan, Selasa (6/4/2021). Beni Indra