JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Kesehatan

Penelitian di Inggris Ungkap Puasa Tidak Tingkatkan Risiko Bahaya Covid-19, Tetap Bisa Dijalankan selama Bulan Ramadan

Ilustrasi puasa. Foto: pexels.com

JOGLOSEMARNEWS.COM Pekan depan, umat Muslim di seluruh dunia akan menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadan. Ini menjadi kedua kalinya bulan Ramadan di masa pandemi virus corona. Lantas adakah dampak bagi seseorang yang sedang berpuasa terhadap risiko bahaya Covid-19?

Menurut sebuah penelitian yang telah dipublikasikan di Journal of Global Health, Inggris, menunjukkan bahwa puasa tidak mempengaruhi tingkat risiko bahaya dari Covid-19, sehingga seharusnya aman dijalankan meski masih dalam situasi pandemi.

Studi tersebut mengungkapkan bahwa tidak ada kaitan antara seseorang yang sedang berpuasa dengan peningkatan angka kematian akibat Covid-19. Hal itu diketahui setidaknya terhadap komunitas Muslim di Inggris.

“Temuan kami menunjukkan praktik yang terkait dengan Ramadan tidak memiliki efek merugikan terhadap kematian akibat Covid-19,” tulis laporan itu.

Baca Juga :  Jangan Takut Vaksinasi saat Puasa, Pakar Imunisasi Sebut Puasa Tak Kurangi Manfaat Vaksinasi. Pembentukan Antibodi Justru Meningkat

Laporan penelitian itu didasarkan pada analisis komparatif tingkat kasus positif dan kematian Covid-19 selama Ramadan tahun 2020. Ramadan tahun lalu dimulai pada 23 April, tak lama setelah gelombang pertama pandemi memuncak di Inggris.

Kegiatan salat berjamaah di masjid hingga perayaan Idul Fitri dilarang saat Ramadan tahun lalu, seiring dengan diberlakukannya lockdown nasional.

Namun, para peneliti telah menganalisis tingkat kasus dan kematian akibat Covid-19 di lebih dari 12 wilayah otoritas lokal di Inggris, di mana populasi warga Muslim setidaknya mencapai 20 persen.

Hasilnya, angka kematian akibat Covid-19 di wilayah-wilayah tersebut selama bulan Ramadan dan setelahnya tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan.

Baca Juga :  Dukung Penelitian Vaksin Covid-19 Dalam Negeri, Menkes Sebut Sudah Alokasikan Anggaran Rp400 Miliar

Menurut Salman Waqar, salah seorang yang ikut menulis penelitian tersebut, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa temuan tersebut menunjukkan puasa di bulan Ramadan tidak memiliki efek merugikan pada hasil Covid-19.

Ia mengindikasikan, data tersebut bertentangan dengan komentar sejumlah politikus dan juga komentator lain, yang mengatakan bahwa komunitas tertentu, khususnya Muslim, bertanggung jawab atas peningkatan kasus Covid-19 di tahun 2020.

Al Jazeera juga telah menghubungi Departemen Kesehatan dan Perawatan Sosial (DHSC) Inggris untuk mengomentari laporan penelitian tersebut.

Sebagai tanggapan, juru bicara pemerintah tidak menanggapi temuan laporan tersebut secara langsung tetapi mengatakan ada bukti yang menunjukkan bahwa Covid-19 telah berdampak secara tidak proporsional pada kelompok tertentu.

www.tempo.co