JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Peringati Hari Kartini, Kepala MTsN 4 Sragen Pesan Guru Perempuan Harus Jadi Teladan yang Baik dan Kurangi Mengeluh!

Peringatan Hari Kartini di MTsN 4 Sragen, para guru perempuan kompak pakai kebaya. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Momentum Hari Kartini tanggal 21 April 2021 diperingati dengan nuansa berbeda di MTsN 4 Sragen.

Peringatan hari pahlawan emansipasi wanita itu digelar secara sederhana di MTsN yang berlokasi di Plupuh, Sragen tersebut.

Selain masih masa pandemi covid-19, peringatan Hari Kartini yang jatuh di bulan ramadhan menjadi alasannya.

Peringatan hanya dilakukan oleh guru dan karyawan sedangkan siswa melaksanakan pembiasaan religi yaitu melakukan tadarus di kelas masing-masing untuk mengawali uji coba PTM.

Peringatan dimulai dengan Apel pada pukul 07.30 WIB. Peserta apel adalah bapak ibu guru dan pegawai. Menariknya, semua guru putri mengenakan pakaian kebaya.

Baca Juga :  Terjaring di Sragen, 96 Kendaraan Pemudik Terpaksa Pasrah Terima Nasib Diputar Balik. Ada 55 Pemudik Diswab Antigen, Hasilnya Jangan Kaget Ya!

Untuk petugas apel mulai dari pembawa acara, pemimpin apel dan doa semua diampu oleh guru putri. Petugas apel yang putra hanya pembina apel yaitu Kepala Madrasah.

Kepala MTsN 4 Sragen, Sumanto dalam sambutan apel menyampaikan perempuan sebagai pendidik dan juga warga masyarakat harus mampu mengemban tanggung jawab.

Dari segi profesionalisme sebagai pendidik, ibu, istri dan perempuan di masyarakat. Kemudian bisa menjadi contoh atau tauladan yang baik, mengurangi mengeluh dan harus ikhlas menjalankan perannya.

Baca Juga :  Video Pak Kades Sambirejo Sragen Sempat Viral, Anaknya Kini Malah Ikut Positif Terpapar Covid-19. Tambah 6 Warga Positif, Total 31 Warga Positif dari Klaster Masjid dan TPA di Sambirejo

“Di masyarakat terus berupaya meningkatkan kualitas diri secara keilmuan serta keagamaan,” paparnya.

Salah satu guru perempuan senior di MTsN 4 Sragen, Murhayani menambahkan kegiatan peringatan Hari Kartini harus diadakan setiap tahun.

Hal itu penting untuk menunjukkan bahwa perempuan juga memiliki hak untuk memilih dan menentukan jalan hidupnya.

Kemudian mengajarkan pada dunia bahwa wanita juga bisa berprestasi.

“Sehingga perempuan jangan mau ditindas dan direndahkan. Kartini juga telah mengangkat harkat dan martabat wanita Indonesia,” paparnya. Wardoyo