Beranda Daerah Sragen Sudah 3 Guru di Sragen Meninggal Terpapar Covid-19 dan 7 Positif, Kepala...

Sudah 3 Guru di Sragen Meninggal Terpapar Covid-19 dan 7 Positif, Kepala Cabang Dinas Provinsi Jateng VI Imbau Semua Guru dan Karyawan Tak Pergi Luar Kota Rombongan Pakai Mobil. Ini Bahayanya!

Suratno. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah wilayah VI mengingatkan semua jajaran sekolah untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Selain itu, para guru dan karyawan diimbau tidak melakukan perjalanan ke luar kota dengan berombongan.

Imbauan itu dilontarkan menyikapi kasus covid-19 di SMAN 1 Gondang Sragen yang merenggut 3 orang guru dan 6 lainnya positif beberapa hari terakhir.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Wilayah VI, Suratno mengatakan insiden di SMAN 1 Gondang itu diharapkan menjadi pembelajaran bersama seluruh sekolah.

Ia berharap kasus guru terpapar covid-19 itu bisa diambil hikmahnya dengan harus meningkatkan protokol kesehatan dengan ketat dan disiplin.

“Kasus-kasus terkait guru karyawan yang terpapar ini mudah-mudahan jadi pelajaran yang harus di ambil hikmah seluruh sekolah. Bahwa di situasi pandemi ini memang harus meningkatkan prokes ketat dan disiplin,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Selasa (20/4/2021).

Baca Juga :  Misteri Motor di Jembatan Jurug Terungkap, Ternyata Warga Sragen yang Terpeleset Setelah Antar Anak dan Istri

Suratno juga mengimbau kasus itu dijadikan pembelajaran bersama bagi guru dan karyawan. Agar sementara tidak bepergian ke luar kota secara rombongan dalam satu kendaraan mobil.

“Kami minta jangan bepergian rombongan dulu satu mobil. Karena itu sangat berisiko,” terangnya.

Sebelumnya, Kepala Puskesmas Gondang, Dedi Ari Saputro menyampaikan sejauh ini sudah ada 9 guru dan karyawan SMAN 1 Gondang yang positif terpapar covid-19.

Dari jumlah itu, tiga di antaranya meninggal dunia. Kemudian dari rapid tes 48 guru dan karyawan Senin (19/4/2021) ada satu yang positif dan 3 mengalami gejala mengarah Corona. Wardoyo