JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Lima Tahun Pimpin Sragen, Duet Yuni-Dedy Akhiri Kebersamaan di Alun-Alun. Sekda Terkesan Tag Line Guyub Rukun, Meski Jotakan Tak Lebih dari 6 x 24 Jam

Bupati Yuni dan Wabup Dedy bersama jajaran Forkompida melepas burung merpati mengakhiri kebersamaan pasangan itu, Senin (3/5/2021). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pasangan Bupati-Wabup Sragen periode 2016-2021, Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Dedy Endriyatno resmi akan mengakhiri masa jabatan Selasa (4/5/2021).

Setelah lima tahun bersama memimpin Sragen, keduanya berpamitan kepada para PNS dan Kades melalui upacara akhir masa jabatan (AMJ), Senin (3/5/2021).

Upacara digelar di Alun-alun Sasana Langen Putra dengan dihadiri semua pejabat teras, Forkompida dan semua Kades.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan terimakasih atas dukungan dan doanya sehingga bisa menyelesaikan kepemimpinan bersama Dedy Endriyatno selama lima tahun terakhir.

Ia meminta maaf jika selama memimpin ada kekurangan maupun kesalahan. Selanjutnya Yuni yang memenangi Pilkada 2020 bersama Suroto, kini tinggal menunggu pelantikan yang diperkirakan digelar akhir Juli mendatang.

Baca Juga :  Muncul Klaster Baru Tarawih dan Yasinan, Bupati Sragen Serukan Prokes Salat Idul Fitri Diminta Diperketat. Boleh di Masjid dan Lapangan, Tapi Jemaah Luar Wilayah Harus Ditolak!

Sementara, dalam upacara itu juga disampaikan pesan dan kesan oleh Dirut PDAM Supardi dan Sekda Sragen Tatag Prabawanto.

Mewakili jajaran PNS dan BUMD, keduanya menyampaikan pesan bahwa duet Yuni-Dedy telah memberikan keteladanan makna guyub-rukun.

Supardi menilai dengan pola kepemimpinan guyub dan rukun, menjadi teladan bagi jajaran di bawahnya sehingga mudah mengaplikasikan di bawah.

IMG 20210503 WA0004
Upacara apel pelepasan pasangan Yuni-Dedy. Foto/Wardoyo

Sementara, Sekda Tatag Prabawanto mengapresiasi tagline guyub rukun yang selama ini diusung Yuni-Dedy sampai hari ini masih terjaga dengan baik.

Ia juga mengapresiasi sikap kedewasaan keduanya yang tidak berlama-lama untuk mencairkan situasi ketika harus berbeda friksi atau pendapat.

“Kalaupun ada friksi, kalaupun jotakan paling banter 6 x 24 jam wis apik meneh. Selama ini Bu Bupati memimpin dengan humanis, mau mau menerima masukan. Tidak kaku dan mau menerima apa yang jadi masukan bawahan,” kata Sekda.

Baca Juga :  Jauh-jauh Perjalanan Hari Lebaran, 9 Kendaraan Pemudik Terpental Penyekatan dan Diputar Balik di Sragen. Tapi 113 Pemudik Dilaporkan Lolos Tiba Kampung Halaman, 8 Orang Jalani Swab

Dengan nada bercanda, Tatag juga menyampaikan selama ini bupati memang dikenal galak, keras akan tetapi semua itu demi kebaikan bersama dan kebaikan tata pengelolaan tata keuangan daerah.

“Galak memang galak, atos memang atos. Jadi tidak perlu kaget. Kegalakan untuk kebaikan bersama. Ini untuk kebaikan pengelolaan tata keuangan daerah,” tandasnya.

Tatag menambahkan siapapun PJ-nya, kekompakan dan kebersamaan agar tetap dijaga sampai nanti Yuni dilantik bersama Suroto untuk memimpin Sragen.

Kebersamaan Yuni-Dedy diakhiri dengan pelepasan rangkaian balon bergambar keduanya ke udara. Disusul kemudian pelepasan burung merpati. Wardoyo