JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Pertama Masuk Kerja, Bupati Karanganyar Langsung Minta Maaf Soal TPP. Sudah Cairnya Telat, Eh Besarannya Tak Sesuai Harapan Awal!

Ilustrasi tumpukan uang. Foto/Wardoyo
PPDB
PPDB
PPDB

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM
Hari pertama masuk kerja setelah libur lebaran, Bupati Karanganyar langsung menggelar apel di jajaran Pemkab Karanganyar di halaman Setda setempat Senin (17/05/2021).

Selain bermaaf-maafan, bupati juga meminta maaf karena tambahan penghasilan pegawai (TPP) PNS di Karanganyar diberikan terlambat.

“Hari ini merupakan hari pertama kita beraktifitas kembali. Sudah dua tahun ini kita merayakan Idul Fitri dalam suasana pandemi Covid-19. Kita tidak nyaman sesuai yang diharapkan. Untuk itu, saya mengimbau kepada seluruh ASN tetap menerapkan protokol kesehatan, sehingga pandemi Covid-19 ini segera berlalu,” kata bupati mengawali sambutan.

Baca Juga :  Tukang Parkir Toserba Mitra Karanganyar Meninggal dan Satu Kasir Positif Covid-19, Manejemen Sebut 92 Karyawan Diswab Antigen. Hasilnya Mengejutkan!

Di hadapan PNS, Bupati juga secara spesifik meminta maaf atas keterlambatan pencarian TPP.

Menurutnya, baru hari terakhir pembayaran TPP bisa direalisasikan dan hasilnya juga tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Pasalnya menurut bupati ada perubahan regulasi terkait dengan pembayaran TPP tersebut.

“Pembayaran TPP baru bisa dibayarkan menjelang hari raya Idul Fitri. Untuk itu, saya atas nama pemerintah kabupaten Karanganyar menyampaikan permohonan maaf,” ujarnya.

Baca Juga :  Dinas Pariwisata Karanganyar Tutup Objek Wisata Candi Cetho, Sukuh dan Taman Dayu

Ia kemudian melanjutkan pengarahan perihal penanganan covid-19. Ia berpesan untuk menekan laju penyebaran Covid-19 harus dilakukan dengan terus meningkatan disiplin penerapan protokol kesehatan (prokes).

Kemudian kontinyu melakukan sosialisasi pencegahan Covid-19 kepada masyarakat melalui Satgas penanggulangan Covid-19 di masing-masing wilayah.

“Ujian terberat kita adalah setelah lebaran ini. Kita akan terus melakukan pemantauan dalam 15 hari ke depan. Jika tidak terjadi penularan dan penyebaran, saya yakin, kondisi akan kembali normal,” tandas bupati. Wardoyo