JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Awas, Warga Positif Covid-19 yang Ngeyel Tak Mau Isolasi di Technopark, Siap-Siap Saja Didatangi Tim Khusus dari Polres. Bakal Langsung Dikukut Pakai Armada Khusus!

Kapolres AKBP Yuswanto Ardi. Foto/Wardoyo
PPDB
PPDB
PPDB

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Polres Sragen dan Kodim serta Yonif 408, menyiapkan tim khusus yang bertugas melakukan penjemputan bagi warga positif Covid-19 yang tak manut isolasi mandiri di Technopark.

Tim itu akan beroperasi dengan mobil khusus yang sudah disiapkan. Penegasan itu disampaikan Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi kepada JOGLOSEMARNEWS.COM di sela memimpin giat swab antigen gratis di lokasi keramaian Alun-alun Sragen, kemarin malam.

Kapolres mengatakan pihaknya sudah menyiapkan tim untuk melakukan penjemputan pasien covid-19. Tim akan bergerak manakala masyarakat melakukan penolakan untuk dilakukan isolasi mandiri di Technopark.

“Timnya terdiri dari 35 personil. Ada dari Polres Sragen, terus 408, dari Kodim 0725 dan Satpol PP,” paparnya.

Ada armada khusus pula yang sudah disiapkan untuk melakukan penjemputan. Seperti dalam giat swab antigen secara random ke lokasi keramaian, tim khusus itu juga dilibatkan berikut armadanya.

Hal itu dimaksudkan manakala ditemukan warga dengan hasil swab positif maka langsung dilakukan tes lanjutan.

“Apabila nanti tetap hasilnya positif tentu kita isolasi mandiri di Technopark,” terangnya.

Pembentukan tim khusus tersebut dimaksudkan untuk memastikan agar semua warga yang positif bisa menjalani isolasi dengan lebih terkontrol di Technopark.

Sehingga menekan potensi penyebaran covid-19. Kapolres juga menyampaikan terkait situasi Sragen yang saat ini masih zona merah, Pemerintah Kabupaten Sragen beserta Polres saat ini memang bertindak proaktif mendatangi tempat-tempat kerumunan.

Jika dulu hanya sekedar membubarkan sekarang juga akan melakukan tes swab antigen.

Hal itu diperlukan untuk menjaring lebih dini warga yang terkonfirmasi covid-19. Meski risikonya dengan masifnya swab antigen itu angka covid-19 melonjak, tetapi dengan begitu yang positif bisa segera ditangani sehingga tidak menyebar.

“Karena kasus positif tanpa gejala kurang lebih 85 % sampai 90%. Dengan adanya kita mengetahui lebih dini orang-orang yang tanpa gejala positif ini maka kita dengan mudah melokalisir daerah. Makanya kita sepakat dengan pemerintah Kabupaten tidak akan henti-hentinya melakukan tes swab antigen meskipun konsekuensinya adalah lonjakan tingkat positifnya tinggi. Tapi tidak masalah yang penting kita bisa melokalisir dan kita siapkan dengan maksimal tempat isolasi mandiri di Technopark ,” tandasnya. Wardoyo