SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemkab Sragen akhirnya membatalkan wacana menahan bantuan sosial (bansos) bagi warga yang belum atau ogah disuntik vaksin Covid-19.

Faktor kemanusiaan dan tidak tega, menjadi alasan wacana pemblokiran bantuan PKH hingga BST itu terpaksa urung diterapkan.

Bahkan ada warga yang langsung nangis histeris ketika tahu bantuan mereka tidak akan dicairkan jika belum divaksin.

“Iya, kemarin yang terdata menerima bantuan BPNT, PKH dan lainnya, sempat saya sampaikan pokoknya yang belum vaksin tidak dikasih. Begitu dengar gitu saja langsung pada nangis gero-gero (histeris). Allah ya piye meneh. Wah ampun Bu (ditahan bantuannya),” papar Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , kemarin.

Advertisement
Baca Juga :  Seru, Duet dengan Peraih Emas Olimpiade, Pengusaha Kenamaan Sragen Billy Haryanto Sempat Bikin Pelatih Richard Mainaky Jatuh Bangun

Bupati mengatakan sebenarnya wacana menunda pencairan bansos sebelum divaksin itu semata-mata untuk menyehatkan mereka juga.

Sebab realitanya dari beberapa desa, banyak lansia yang enggan dan belum mau divaksin.

Akan tetapi, masukan dinas sosial memang meminta tidak dilakukan penundaan pencairan karena bantuan itu sudah menjadi hak mereka.

Baca Juga :  Profil Fauziah Rahma Pratista, Atlet Renang Andalan Sragen yang Akan Berlaga di PON XX. Pernah Juara di Rusia, Tapi Punya Penyakit Gampang Kangen

“Kemarin Dinsos katanya tak tega. Karena itu hak dia dapat (bantuan). Akhirnya ya diberikan juga. Karena mbah-mbah wis tuwa (nenek-nenek sudah tua) gitu, ya akhirnya nggak jadi (ditahan). Lebih ke sisi kemanusiaan (alasannya),” urai Bupati.

Halaman:   1 2 Semua