JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Jika Kasus Covid-19 Terus Memburuk, Muhammadiyah Siapkan Skenario Triage Bencana. Ini Maksudnya

Ilustrasi pasien Covid-19. Foto: pixabay.com


JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Beberapa rumah sakit yang ada di bawah Muhammadiyah mengaku sudah kewalahan menghadapi lonjakan pasien Covid-19 dalam beberapa hari terakhir ini.

Sebagaimana diketahui, selama tiga minggu terakhir, ledakan kasus baru Covid-19 mencapai rekor di atas 20.000 kasus per hari.

Layanan instalasi gawat darurat (IGD) di hampir semua rumah sakit di Pulau Jawa tak mampu menampung seluruh pasien kritis Covid-19 yang terus berdatangan. Akibatnya, beberapa pasien kritis meninggal dunia karena tidak adanya penanganan.

Baca Juga :  Silaturahmi ke Habib Luthfi di Pekalongan, Airlangga Hartarto Sekaligus Tinjau Vaksinasi untuk Para Santri

Menanggapi hal itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binasar Panjaitan, mengaku bahwa dirinya tidak menyangka fenomena lonjakan itu  bakal terjadi.

Advertisement

Sebelumnya, Muhammadiyah sempat mendesak pemerintah untuk melakukan lockdown. Namun akhirnya pemerintah menetapkan Pemberlakukan Pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat yang berlaku per 3 Juli 2021.

Wakil Ketua Bidang Layanan Kesehatan Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC), dr. Aldila S. Al Arfah, mengungkapkan bahwa RS Muhammadiyah kewalahan menghadapi ledakan angka pasien.

Baca Juga :  Pfizer dan BioNTech Klaim Vaksin Produknya Aman untuk Anak Usia 5-11 Tahun

Aldila mengungkapkan bahwa ketersediaan tempat tidur rumah sakit sangat terbatas dan hampir penuh.

Banyak rumah sakit yang mengalami kesulitan dalam melakukan pelayanan. Hal itu dapat dilihat dari dimulainya pendirian tenda-tenda darurat, kehabisan stok tenda, hingga IGD yang meluap.

 

Sejak 5 Maret 2020, Muhammadiyah telah melibatkan 86 rumah sakit di bawah yayasannya di seluruh Indonesia untuk menangani pandemi.

Halaman:  
« 1 2 Selanjutnya › » Semua